Masa Depan Industri Advertising Indonesia
Simak, Tuturan Jernih Gandhi Suryoto (Bag-2)

0
498

Kolaborasi bisa menjadi salah satu jalan keluar yang menarik dan bisa menginstitusi juga.

Gandhi menuturkan beberapa hal soal kolaborasi, sebagai berikut:

Strategi kolaborasi diantara mereka yang bertalenta  berpotensi menciptakan kualitas yang tinggi. Seringkali kita tidak pernah tahu bahwa seseorang itu mempunyai kapasitas yang tinggi tanpa pernah mencoba berkolaborasi. Saya saat ini jauh lebih tertarik membicarakan kreatifitas seseorang, bukan perusahaan atau agencynya. Kalau beberapa orang yang berkolaborasi itu membentuk institusi baru seperti agency baru tidak apa-apa juga. Sekarang kita ikuti  saja evolusi ini dengan tekun.  Saya melihat bahwa kolaborasi sejumlah orang  ‘lepas’ ternyata sangat menarik.

Artinya pola lama agency sudah tidak bisa kembali. Jangan pernah hidup di masa lampau. Agency kalau mau bertahan harus mengikuti maunya zaman. Secara alamiah kita dipaksa tunduk kepada budaya baru, termasuk persaingan dengan generasi baru. Saya teringat ungkapan seorang teman dari ‘zaman old’ yang masih relevan hingga saat ini dimana kita diminta untuk memahami perubahan sosial jika kita ingin menjadi adman. Jangan anti dengan perubahan yang cepat dan bergelombang. Agency juga perlu berkolaborasi.

Soal Persaingan Harga Antar Agency, Gandhi Melihatnya Begini:

Gandhi berkata bahwa ketika agency global berperang melawan agency lokal, pertanyaan yang muncul adalah apakah client masih butuh agency? Client bisa jadi akhirnya punya institusi sendiri. Mereka bahkan melihat peluang bekerja dengan tim lepasan yang menghasilkan karya berkualitas dengan harga kompetitif. Artinya, agency sangat mungkin akan digerogoti oleh tim lepasan atau tim yang mereka bentuk sendiri secara internal.

Kalau mau bertahan sebagai agency, pastikanlah output yang dihasilkan memang hebat sebab itulah alat tepat yang bisa menaikkan harga kita sekaligus memosisikan kita kembali sebagai agency yang terinstitusi. Lupakan masa lalu, lupakan agency fee yang membuat kita merasa nyaman dan menguntungkan itu. Setiap agency harus berbuat sesuatu yang baru. Sebagai pekerja kreatif, ideologi saya adalah setia kepada profesi, setia kepada hasil karya yang berkualitas. Industri ini sudah jauh berubah, gaji berubah, nilai tawar berubah, fasilitas dilucuti. Mari melakukan gerakan independen jika agency terus mengalami kemerosotan.

Institusi harus melakukan reformasi. Agency dengan nama besar misalnya harus juga unjuk diri dengan benar, jangan kalah dengan agency ‘Jumat-Sabtu’. Cost agency lawas mungkin sudah terlalu besar, kalah sama freelancer. Coba kita perhatikan sekarang, ruang kerja murah semakin menjamur, co-working space makin menjamur bahkan sekarang ini ada agency yang fully virtual. Sebetulnya itu kita sudah alami sejak lama, terbukti dengan kerjasama regional yang beda jarak. Artinya, tidak selalu harus ketemu tatap muka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here