Media Cetak Menjemput Ajal

0
2551


ADVERTISING-INDONESIA.id – Di penghujung tahun 2017, PT a&e Media selaku pemegang lisensi Majalah Rolling Stone Indonesia dan situs Rolling Stone Indonesia resmi mengumumkan tidak lagi menerbitkan media musik tersebut mulai awal tahun 2018 ini. Segala merk Rolling Stone dikembalikan ke pemilik merk Rolling Stone di New York, Amerika Serikat.

Advertising-Indonesia coba untuk merangkum paska kejadian tutupnya Rolling Stone Indonesia menambah rentetan kabar duka produk jurnalisme menyusul media-media cetak lain yang sudah terlebih dahulu tutup. Awal tahun 2016 lalu ada koran Sinar Harapan juga mengumumkan kalau koran yang sudah terbit sejak 1960-an itu tidak lagi cetak. Tabloid Soccer, Harian Bola grup Kompas Gramedia juga tutup. Koran berbahasa Inggris Jakarta Globe, koran ekonomi Indonesia Finance Today, majalah teknologi Chip, Tech Life, Majalah T3, tablpoid Pulsa, What Hi Fi, Reader’s Digest Indonesia, Bloomberg Business Week, majalah musik Trax, Fortune, Tabloid Gaul, Tabloid Genie, Tabloid Mom&Kiddy (MNC Grup), Car & Tunning Guide, Maxim, Autocar, Autobuild, FHM, Cosmogirl, Esquire (MRA Media Grup), Seventeen, Cleo, Cita-cinta, Mens Health, Bestlife (Femina Grup), Elle (trinaya), majalah Traveller, Tabloid Rumah, Majalah Gitar Plus, Kawanku, Hai, Nakita adalah sederet nama media cetak yang tumbang tidak lama ini. Banyaknya media cetak yang bertumbangan seakan menjadi masa senja kala media cetak. Tidak menutup kemungkinan kedepannya akan banyak lagi menyusul media-media cetak lain yang berguguran menjemput ajalnya. Data ini kami dapatkan dari agen koran dan majalah yang dikomparasikan dengan  orang distribusi yang masih terlibat didalamnya.

Tak bisa dipungkiri realitasnya sekeras apapun berusaha bangkit mengikuti perkembangan zaman, media-media konvensional akan tetap sulit bertahan lantaran pembacanya mulai meninggalkan dan beralih ke media daring yang dianggap lebih praktis dan lebih update informasi dan biayanya pun lebih murah. Pembaca kekinian tinggal membuka aplikasi yang terhubung dengan koneksi internet maka segala informasi yang dibutuhkan akan banyak tersedia.

Namun, murahnya informasi juga berbanding lurus dengan kualitas informasi yang didapatkan. Tidak banyak informasi yang diulas secara mendalam mengenai satu topik seperti yang biasa disajikan Rolling Stone Indonesia maupun media cetak lain yang telah bertumbangan.

Rata-rata informasi di online itu sepenggal-sepenggal dan sekadarnya. Belum lagi pembaca harus memilah mana yang spam atau bahkan hoax. Berbeda dengan media cetak terutama majalah atau tabloid yang lebih segmented.

Informasi yang disajikan memang sebatas tema dari majalah/tabloid tersebut, tetapi ulasannya begitu mendalam karena digarap jurnalis-jurnalis dengan spesialisasi di bidang tersebut. Dan tentunya bebas spam atau hoax karena jurnalisnya bekerja dengan berpedoman kode etik jurnalistik (KEJ) dan medianya telah terverifikasi Dewan Pers.

Bukan berarti jurnalis media online tidak berintegritas. Telah banyak media online yang bertanggung-jawab dan mempekerjakan jurnalis setelah melalui proses seleksi perekrutan yang ketat. Mereka tentu saja juga bekerja sesuai KEJ karena medianya telah terverifikasi Dewan Pers. Meskipun informasi yang disajikan banyak yang tidak mendalam karena prinsip media online mengutamakan kecepatan, tetapi informasinya bisa dipertanggungjawabkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here