‘Mainan’ Baru Para Konglomerat Indonesia

0
3265


ADVERTISING-INDONESIA.id – Rupanya kesuksesan pelaku bisnis di ranah digital seperti Mark Elliot Zuckerberg(Facebook). Jeffrey Preston Bezos (Amazon.com), Jack Ma (Alibaba Group), jelas memicu para konglomerat di tanah air juga turut menceburkan diri untuk bisa menikmati ‘manis’nya bisnis digital di era yang kian digital juga.

Tak dipungkiri melalui pasar digital, sejumlah transaksi bisa dilakukan secara online (realtime), sehingga membuat pembeli dan penjual bisa melakukan transaksi tanpa harus bertemu lantaran sudah difasilitasi oleh berbagai platform digital yang ada.  Lantas siapa saja Konglomerat tanah air yang sudah membangun perusahaan Ventura dengan menyuntikkan sejumlah dananya ke beberapa rintisan perusahaan startup di Indonesia.

Fenomena digital ini di satu sisi jelas membawa efisisensi yang sedemikian rupa karena bisa dilakuan secara realtime. Tetapi disisi lain pasar digital ini jelas mengakibatkan para peritel besar menutup berbagai gerainya di ibukota Jakarta ataupun di berbagai kota (negara) besar lainnya di dunia.

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh perusahan-perusahaan milik para konglomerat Indonesia. Para konglomerat itu mulai menggarap potensi pasar tersebut sebagai salah satu sumber pendapatan bagi kelompok usaha mereka. Hingga kini, upaya yang mereka lakukan untuk melakukan penetrasi bisnis ke pasar digital ini adalah dengan membangun perusahaan ventura sekaligus menyuntikkan modal ke dalam sejumlah start-up teknologi yang mereka disain sendiri berdasarkan tujuan penggunaannya.

Berikut lima perusahaan konglomerat yang telah melakukan penetrasi bisnis ke pasar digital hingga saat ini seperti :

1. Djarum Group
Dengan kekayaan bernilai total Rp. 237,6 triliun, kelompok usaha yang dikendalikan oleh dua kakak beradik, yakni Michael Hartono dan R. Budi Hartono, ini telah merambah bisnis mereka ke dalam dua perusahaan ventura, yaitu Global Digital Prima Venture dan Merah Putih Inc. Kedua perusahaan ventura tersebut telah mengalokasikan modal mereka untuk membentuk lini strat-up, yaitu Opini.id, DailySocial, Beritagar, Kaskus, blibli.comtiket.comkumparan.com, kincir.com,  dan lain-lain.

2. Salim Group
Kelompok usaha yang dipimpin oleh Anthoni Salim ini telah merambah ke pasar digital melalui pendirian Philippine Long Distance Telephone (PLDT) Company dan Rocket Internet.

Disamping itu, kelompok usaha dengan total kekayaan bernilai Rp163,7 triliun tersebut juga mengalokasikan aset-aset mereka dengan membentuk lini start-up Zalora, Lazada, Elevenia, Ilotte dan i.saku.

3. Sinar Mas Group
Kelompok usaha yang mempunyai kekayaan hingga Rp142,6 triliun ini dan menjalankan bisnis di bidang properti ini telah membuat lini start-up aCommerce, HappyFresh, Omise, GCI, cantik, dimo, dan eXite.

Seluruh lini start-up milik kelompok usaha yang dikelola oleh Eka Tjipta Widjaja berasama keluarganya itu memiliki dua perusahaan ventura, yaitu SinarMas Digital Venture dan Ardent Ventures & Capital.

4. Lippo Group
Siapa yang tidak kenal dengan kelompok usaha Lippo pimpinan Mochtar Riady dan keluarganya ini? Kelompok usaha yang bisnis intinya bergerak di sektor pengembangan lahan dan properti ini memiliki perusahaan ventura bernama Venturra Capital.

Disamping itu, kelompok usaha yang memiliki kekayaan Rp27,7 triliun ini telah mengembangkan lini start-up Grab, ruangguru, Luno, Kaodim, Ovo, Matahari Mall dan bridestory.

5. Emtek Group
Emtek adalah singkatan dari Elang Mahkota Teknologi. Kelompok usaha yang dikontrol penuh oleh dua kakak beradik, yakni Eddy K. Sariaatmadja dan Fofo Sariaatmadja ini telah mengembangkan perusahaan ventura bernama KMKLabs.

Kelompok usaha beraset Rp17,5 triliun tersebut juga telah membuat lini start up, yang meliputi Vidio, Kudo, Liputan6, Bukalapak, karir.com, OTO, HIJUP, bola.com, Lakupon.com dan sebagainya.


– WhatsApp Uji Fitur Baru Antisipasi Hoaks
– Vietnam Perketat Penggunaan Internet Dengan Merekrut ‘Pasukan Siber’
– Temasek dan Google Investasi 16T di GojekGojek Tetaplah Menjadi “Karya Anak Bangsa”
– Kalbe Resmikan Laboratorum Klinik Rp100 Miliar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here