Andi Sadha, Co-Founder Activate
Agency Akan Menemukan “Business Role” yang Baru

0
1003

Q: Apakah hal ini sehat buat industri advertising sendiri?

Jelas tidak sehat. Tapi kenyataannya itu yang sedang kita hadapi sekarang sangat tidak sehat karena kita tidak akan bisa memiliki talenta baru yang akan membuat terobosan. Akhirnya terus-terusan saling menjatuhkan harga sampai obral sekalipun kalau bisa dilakukan. Ujung-ujungnya yang kalah adalah brand yang membutuhkan konsultan komunikasi yang baik bahwa si klien berbangga bisa mendapatkan sebuah agency dengan harga termurah tanpa diiringi kualitas service. Itu sangat berbahaya.

Q: Kalau terus begini bagaimana dan sampai kapan?

Nantinya akan ketemu sampai pada 1 titik equilibrium, dimana agency akan develop dan menemukan role bisnis baru untuk menopang bisnis yang baru itu. Saya melihat 5 tahun kedepan pasti model agency akan berubah bentuknya seperti apa? Saya belum tahu persis. Kalau misalnya masih seperti sekarang pola bermain bisnisnya 5-10 tahun ke depan pasti agency banyak yang tutup kalau bisnisnya tidak relevan. Yang kecil mungkin lebih mudah untuk tutup tapi kalau yang besar, sebelumnya sudah harus memikirkan bisnis yang lainnya.

Q: Perang agency fee itu hanya satu elemen, tapi kalau tidak berubah masa depannya akan suram. Seperti apa harus berubahnya?

Sekarang ini banyak sekali Boutique Agency yang kecil bisa memproduksi harga lebih cepat dengan menghilangkan banyak unsur. Skill set yang ada di traditional agency jadi misalnya tidak ada orang account langsung yang berbicara dengan klien adalah orang kreatif tapi mereka invest di strategic planner itu aja secara elemen kalo misalnya dilakukan dengan benar hasilnya itu tidak akan jauh berbeda. Service yang sama tapi menggunakan cara yang tradisional. Eksperimentasi itu apa yang terjadi sekarang juga yang akan menentukan iklan itu akan masih survive apa nggak? Memang tidak ada formula yang tepat. Memang tidak pernah ada standarisasi selalu saja ada harga yang lebih murah. What you have to do to ensure the quality to output, sama atau lebih baik tapi dengan bentuk yang sangat berbeda? Challenges (tantangannya) ada disitu. Kalau mau service yang mumpuni klien juga harus berani invest. Bayar hargalah pasti sesuai hasilnya. Ada kelas-kelasnya tersendiri tergantung kebutuhan yang diperlukan si klien.

Kalau dulu itu service-nya sama. Kalau mau buat iklan TVC, Radio, Print, Iklan Out Door. Sekarang yang terjadi; apakah iklan itu mau ditempatkan di sosial media dulu? TV dulu? Online dulu? Atau apa? Itu yang membuat terjadi perubahan. Jadi agency fee naik atau turun itu tidak ada formulanya, itu bisa dianggap terjadi pertempuran. Harga service. Begitu sederhananya, sekarang setiap orang bikin formula masing-masing. Sekarang tinggal bagaimana si klien memilah, service seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan brand-nya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here