Memahami “Banjar” Sebagai Potensi Titik Branding

0
389
Sumber foto: Google


ADVERTISING-INDONESIA.id – Indonesia adalah negara yang sangat unik. Agak sulit untuk menyamakan seluruh selera pasar di Indonesia. Salah satunya adalah Bali. Pulau ini punya ciri khas tersendiri di mana warga Bali punya selera yang berbeda dengan wilayah lain bahkan dengan pulau yang terdekat seperti pulau Jawa. 

Pengalaman kami dulu pernah melakukan survey kualitatif untuk brand roda dua di Indonesia. Survey ini menggali komunikasi apa yang sesuai untuk area Bali karena berbagai turunan komunikasi area yang berasal dari kantor pusat di Jakarta yang bersifat nasional tidak berdampak besar secara awareness sehingga menyurutkan market share di pulau Dewata ini.

Karakter warga Bali begitu dekat dengan kebudayaan sehingga begitu kental dengan komunikasi kebudayaan. Warga Bali masih rutin untuk berkumpul di Banjar yaitu semacam balai dimana beragam aktifitas terpusat disini, mulai dari aktifitas kesenian, paguyuban, hingga aktifitas sosial. Kehadiran warga di Banjar cukup lama, biasanya dimulai setelah jam 6 sore hingga jam 9 malam. Banjar selalu dipenuhi oleh warga Bali mulai dari usia muda hingga tua.

“Touch Point” Potensial

Posisi Banjar di Bali adalah titik potensial untuk melakukan branding. Banjar yang tersebar luas di sekitar warga Bali membuat titik ini sangat potensial. Di dalam Banjar, brand bisa lebih mudah bersentuhan langsung dengan pelanggan. Di Banjar lah konsep brand experential bisa terjadi. Nyaris tidak banyak media konvensional yang bersentuhan di Banjar. Kekerabatan dan paguyuban warga Bali begitu kuat sehingga strategi “Word of Mouth” juga bisa dimaksimalkan.

Warga Bali memanfaatkan Banjar bukan sekadar tempat beraktifitas tapi juga sebagai tempat untuk  bercengkrama dan berdiskusi suatu hal. Kegiatan berkumpul di Banjar semacam ritual turun temurun dan hanya dilakukan oleh warga asli Bali.

Bagi media planner, khususnya untuk aktifitas below the line ada baiknya memasukan Banjar sebagai salah satu “Touch Point” yang potensial. Namun untuk bisa masuk ke dalam aktifitas Banjar perlu keterbukaan dengan pengelola Banjar agar tujuan branding bisa terlaksana dengan baik.

 

 

 

 


– Maksimalkan Aktifitas “Off Air” Pada Saat Piala Dunia
– Survey Nielsen ADEX 2017: Peluang Beriklan di Momentum Piala Dunia
– Survey Nielsen ADEX 2017: Pertumbuhan Iklan Didorong oleh Kenaikan Harga “Gross Rate”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here