Sorot Sekilas Promosi Asian Games 18-8-18

0
336


ADVERTISING-INDONESIA.id –  
Lewat media massa, kita membaca keinginan yang kuat dari pemerintah agar promosi atau gema Asian Games 2018 digaungkan lebih besar oleh panitia.  Apakah promosi Asian Games 2018 masih kurang gemerlap?  Sejumlah lembaga dan departemen pemerintah juga diajak untuk turut serta menggaungkan perhelatan Asian Games 2018 yang mengambil slogan The Energy of Asia.  Demam Asian Games 2018 mungkin saja belum mencapai suhu yang diinginkan sebab himbauan demi himbauan agar promosi perhelatan besar ini terus ditingkatkan masih terus berlangsung.

Advertising Indonesia mencoba menyoroti hal ini dari sudut pandang atau konteks advertising.  Promosi Asian Games 2018 jelas memerlukan penanganan yang terintegrasi antara strategi kreatif dan media sehingga hasilnya menjadi lebih signifikan. Hal pokok pertama yang biasanya mendapat perhatian serius dari setiap pengelola promosi adalah strategi materi komunikasi atau strategi isi pesan. Seluruh materi komunikasi yang disiapkan untuk mempromosikan Asian Games 2018 sejatinya harus dimasukkan ke dalam kelompok materi kreatif persuasif. Untuk itulah semua kata, kalimat, ilustrasi dan gambar memerlukan layout atau tata letak yang dikerjakan secara kreatif demi hasil yang jauh lebih sempurna.

Strategi Isi

Kita sudah melihat dengan kasat mata, sejumlah media lini bawah (below the line media) promosi Asian Games 2018 yang dipasang di sudut-sudut kota Jakarta dan juga di berbagai jalan protokol. Sebagian dari media-media komunikasi tersebut tampaknya adalah bentuk partisipasi dari sejumlah pihak yang ingin melibatkan diri secara institusi dalam mendorong atau menggaungkan perhelatan Asian Games 2018. Mengingat  banyaknya pihak yang diajak untuk melibatkan diri secara positif dalam mempromosikan Asian Games 2018, maka penanggungjawab promosi harus menetapkan petunjuk dasar pembuatan materi komunikasi kreatif agar ketika materi tersebut selesai diproduksi, publik akan melihat media komunikasi yang tata letaknya sempurna dan dengan kualitas isi yang baik. Media komunikasi lini bawah seperti spanduk, banner, umbul-umbul, poster dan baliho haruslah terlihat rapih dalam pola kreatif yang segaris (inline creative material). Sekali lagi semuanya harus diproduksi dengan tata letak dan tata bahasa yang berkualitas.  Lewat materi komunikasi yang berkelas, maka citra dari suatu kegiatan yang dipromosikan juga akan berkelas.

Satu hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah ukuran dari media komunikasi itu sendiri. Lewat setiap media komunikasi, panitia tentu ingin membuat publik terkesan dengan perhelatan ini dan menginginkan respon publik yang positif ketika melihat atau diterpa oleh setiap media komunikasi publik. Ukuran media-media komunikasi publik seperti spanduk, banner, baliho, dan poster menjadi penting untuk diperhatikan sebab ukuran sangat berkaitan dengan keterbacaan setiap pesan yang terdapat dalam setiap media komunikasi tersebut. Jika ukurannya terlihat seadanya atau terlalu kecil,maka mata kita akan sulit menangkap isi pesan sekaligus kesulitan dalam menangkap makna pesan yang hendak disampaikan oleh media-media tersebut.

Strategi Titik Sebar

Kemudian, titik-titik penempatan dari berbagai media lini bawah tersebut juga perlu diperhatikan dengan seksama. Berbagai banner vertikal dan horizontal yang ditempatkan di area publik dan ditujukan untuk membantu promosi Asian Games 2018 tampaknya sulit untuk bisa dinikmati dengan baik oleh pelintas.  Media luar ruang termasuk media yang memiliki potensi kontestasi media yang tinggi, terlebih jika media tersebut ditempatkan di kawasan yang betul-betul padat lalu lintas. Pelintas atau mobile audience biasanya hanya akan memberikan perhatian yang minimal saat bertemu dengan media-media tersebut. Konsentrasi mereka akan terpecah dengan objek sekitar bahkan mungkin akan mengabaikan saja media-media tersebut.  Juga perlu diperhatikan faktor estetika yang timbul ketika media-media tersebut ditempatkan di suatu kawasan.  Sebaiknya media komunikasi lini bawah tidak terkesan asal ditempatkan di suatu kawasan publik.

Media Above The Line 

Oleh karena itulah Advertising Indonesia sangat menyarankan agar Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 lebih mengedepankan penggunaan media yang betul-betul frontal dengan dengan panca indera audiens atau media yang memberi kemungkinan tertinggi kepada setiap pesan untuk didengar, dibaca, dan ditonton yaitu: televisi, radio, koran, cinema, dan media-media sosial. Optimalkan iklan, talkshow, adlibs, advertorial serta berbagai materi kreatif digital yang interaktif. Lakukan dalam frekuensi yang tinggi dan reguler maka hasilnya akan luar biasa.  Soal biaya, tentu menjadi pertimbangan penting, namun demi gengsi dan reputasi sebagai negara penyelenggara perhelatan besar ini, pastilah banyak pihak yang rela berkorban.

 


– Metode Penentuan Budget Iklan
– Etika Dalam Truthful Advertising
– Peradaban Baru Iklan Di Era Digital
– Berbagai Misteri Advertising

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here