Creative Thinking Pekerja Kreatif

0
240

Associative thinking adalah cara berpikir yang didasarkan kepada niat untuk mengombinasikan kembali sejumlah gagasan atau elemen-elemen lama. Juga dimaknai sebagai keinginan yang kuat untuk melihat lebih jauh keterkaitan baru (new connection) diantara elemen-elemen lama, bahkan mendampingkan (juxtaposing) dua pemikiran yang tidak saling berkaitan. Associative thinking juga disebut dengan free association, yaitu suatu situasi dimana seseorang terlibat dalam suatu proses berpikir yang sangat terbuka dan berekspresi dengan bebas seadanya. Seseorang yang menggunakan cara berpikir asosiatif lebih mengedepankan pengalaman empiris daripada menggunakan reasoning (proses berpikir logis). Setiap orang bisa memiliki pendapat yang sangat berbeda dan orang lain di sekitarnya akan mendengar sekalipun pendapat tersebut tampak tidak logis. Gagasan yang dilontarkan adalah random, dan setiap orang dituntut untuk mengemukakan sebanyak mungkin fakta untuk dibicarakan.

Lateral thinking adalah teori berpikir yang dikembangkan oleh Eduward de Bono dalam bukunya Lateral Thinking, Creativity Step by Step. Cara berpikir ini adalah salah satu bentuk divergent thinking yang oleh De Bono disebut dengan lateral thinking, yaitu cara berpikir melompat-lompat tanpa struktur yang jelas. Kontras dengan lateral thinking adalah vertical thinking yang sangat reasoned atau logis dan argumentatif.   Vertical thinking dikenal sangat linear dan menggunakan salah satu dari induksi atau deduksi.   Pada umumnya, orang-orang yang menyebut diri kreatif sangat kental dengan pola berpikir lateral serta sekaligus kekuatan asosiatif. Mereka akan melompat dan menggali di sebanyak mungkin tempat hingga mereka menemukan sesuatu yang sebelumnya tidak diharapkan. Lateral thinking sarat dengan ciri-ciri sebagai berikut: generative, mencari arah, provokatif, melompat jauh, not judgmental atau tidak perlu benar pada setiap tahap, positif atau menginvestigasi setiap langkah, menerima dengan lapang setiap intervensi, tidak mengelompokkan atau memberi label atau klasifikasi, dan sangat probabilistik (Bruce Vanden Bergs dan Keith Adler).

Analogical thinking adalah cara berpikir yang sarat dengan metafora dan analogi.   Suatu metafora akan menjauhkan suatu gagasan keluar konteks dan memaksanya mendekat ke konteks lain demi mendekatkan gagasan tersebut dengan konsep lain. Para penulis kreatif sangat gemar menggunakan analogi demi membangkitkan gestur baru audiens. Misalnya, Buce Stauderman mengunakan analogi yang luar biasa ketika mengatakan, “the telephone is the airplane of the heart,” dalam sebuah billboard di Perancis. Analogi sangat mirip dengan metafora. Analogi juga dapat digunakan membantu proses berpikir rasional (reasoning) karena mampu menjelaskan langkah dan prosedur.


– Creative Fee: Mau Dihargai Berapa?
– Iklan Yang Berhasil
– Perencanaan Advertising: Agar Klien Paham, Apa itu Advertising Plan?
– Hasil Karya Kreatifitas: Jangan Sepelekan Penelitian dan Observasi untuk Kreatifitas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here