Iklan:
Nasib Iklan Konvensional

0
429

Kombinasi media

Iklan-iklan konvensional yang bersifat konsultatif dan searah masih akan tetap bertahan sepanjang media konvensional masih terus bertahan.  Namun demikian, sekalipun mempunyai kelebihan yang khas, pemanfaatan iklan-iklan konvensional atau iklan yang dipasang di media konvensional diakui sudah semakin menurun. Alasan utama dan pertama adalah soal interaksi.  Iklan yang dikomunikasikan melalui media lama memang sifatnya searah atau tidak interaktif.  Kemudian  yang kedua adalah soal pengukuran dampak iklan.  Banyak pengiklan yang merasakan dampak iklan yang dipasang di media-media baru, setidaknya jumlah nyata audiens yang terdampak iklan, hal yang sangat sulit didapatkan ketika menggunakan media-media lama yang bersifat pasif dan analog.

Hingga saat ini masyarakat Indonesia masih mengakui peran kuat media lama sebagai sumber informasi, berita dan hiburan.

Namun demikian, kepada para pengiklan selalu diingatkan untuk tidak mengabaikan begitu saja iklan konvensional berbasis teks, visual dan audio-visual searah.  Masih cukup banyak individu yang mengaku sangat menikmati iklan yang dimuat di media lama, khususnya koran, televisi dan radio. Dramatisasi kekuatan-kekuatan brand dalam bentuk visual dan audio yang muncul dalam layar-layar televisi besar tentu masih layak untuk dipertimbangkan.

Sinergi antara iklan konvensional di media lama dengan iklan-iklan digital di media-media baru juga adalah pilihan yang ideal, sebab hingga saat ini masih sangat banyak media lama yang cukup kuat dan memiliki jumlah audiens yang signifikan.  Radio-radio di Jakarta misalnya diakui memiliki jumlah besar audiens yang sangat loyal.  Hingga saat ini masyarakat Indonesia masih mengakui peran kuat media lama sebagai sumber informasi, berita dan hiburan.

Ada banyak pihak yang berpendapat sulitnya mengingkari nikmatnya membaca Koran di pagi hari, mendengar radio lewat stereo set yang berkualitas serta menonton TV lewat layar datar yang full-stereo set.  Masih ada lagi yang berpendapat bahwa menonton film tetap akan lebih seru jika dilakukan di ruang besar dan tertutup serta bersuara menggelegar yang kita namai teater.  Iklan juga demikian, iklan cetak akan tetap mencari tempatnya di media cetak, sebab iklan ini sifatnya konsultatif dan merepresentasikan posisi brand secara kuat, dan tempatnya ada di koran atau majalah yang tercetak.   Audiens media cetak, elektronik hingga online pada prinsipnya selalu mencari keseimbangan baru dalam mengonsumsi media, sebab membaca koran, mendengar radio dan berselancar di internet niscaya dilakukan dalam satu kesempatan sebab ketiganya memiliki tujuan yang berbeda-beda.   Demikian halnya dengan iklan, jenis iklan konvensional seperti iklan koran, majalah, tabloid, radio dan TV juga tidak akan pernah bisa diakomodir secara total oleh media online.


– Creative Thinking Pekerja Kreatif
– Metode Penentuan Budget Iklan
Etika Dalam Truthful Advertising

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here