Fenomena Perebutan Client di Era Revolusi 4.0

0
279


ADVERTISING-INDONESIA.id – Aset terbesar dan paling berharga dari advertising agency adalah orang-orang yang bekerja di dalamnya.  Advertising agency pada dasarnya menjual para ahli yang bekerja atau berprofesi baik sebagai ahli kreatif (creative expert), ahli perencanaan media (media planner) atau ahli pengelolaan akun (account management expert).  Tim kreatif, media dan pengelola akun adalah tiga bagian penting dalam organisasi perusahaan periklanan yang juga diakui sebagai penggerak utama bisnis biro iklan.  Kecuali tim pengelola akun atau account management team yang seolah menyatu dengan perusahaan induknya, dua tim atau kelompok penting lainnya yaitu tim kreatif dan media sudah banyak yang memisahkan diri seraya membentuk perusahaan atau entitas baru sekaligus menamakan diri sebagai spesialis.

Baik perusahaan periklanan dengan layanan penuh (full service advertising agency) maupun perusahaan periklanan spesialis kreatif atau media, kedua-duanya sungguh sangat tergantung kepada orang-orang yang bekerja di dalamnya. Banyak juga perusahaan periklanan yang goyah atau tiba-tiba menghadapi kesulitan tinggi dalam melayani client saat ditinggal oleh para ahli kreatif atau medianya.  Perusahaan periklanan besar seringkali merasa rugi ketika harus merelakan orang-orang terbaik mereka pindah atau memisahkan diri karena hendak membentuk perusahaan baru.  Perusahaan induk atau asal merasa sia-sia dalam membangun kompetensi individu serta membiarkan mereka melakukan komunikasi bisnis yang intensif dengan client.  Ada satu hal yang sudah begitu sering terjadi atau dialami oleh berbagai perusahaan periklanan cukup besar yaitu ‘pembajakan’ client yang dilakukan oleh staf-staf mereka sebelumnya.  ‘Pembajakan’ ini tentu tidak terjadi begitu saja sebab banyak pihak mengamini bahwa hubungan kepercayaan client dengan tim pengelola akun menjadi salah satu pemicu perpindahan client ke perusahaan baru yang dinakhodai oleh tim pengelola akun di agency sebelumnya.

Sebagian pihak merasa bahwa perpindahan client sudah menjadi hal yang biasa dan penyebabnya bisa karena beragam hal.  Setidaknya ada tiga hal yang menjadi penyebab pindahnya client dari satu agency ke agency lain: (1) Ketidakpuasan terhadap mutu layanan tim pengelola akun; (2) Pencapaian hasil dampak kegiatan iklan yang dianggap tidak sesuai; (3) Adanya penawaran biaya jasa agency (agency service fee) yang jauh lebih murah dari pihak lain.  Hal lain yang seolah tersembunyi namun diakui sebagai salah satu faktor  yang bisa mendorong dengan dahsyat proses perpindahan client adalah hubungan yang sudah terlalu dekat antara client dengan tim pengelola akun.  Hubungan yang terlalu dekat yang mengarah kepada kemungkinan kerjasama bisnis membuka peluang perpindahan client ke perusahaan baru yang dikelola oleh tim pengelola akun sebelumnya. Hal-hal semacam ini seringkali sangat merugikan agency lama yang sudah bersusah payah membangun kerjasama bisnis dengan client tertentu.

Sekalipun orang atau gabungan para ahli di lingkungan agency diakui sebagai bagian penting dalam suatu bisnis periklanan, bukan berarti orang atau para ahli tersebut bisa dengan leluasa mengajak client untuk pindah.  Perlu dipahami bahwa pada saat mereka mengelola akun atau client tersebut, tentu mereka difasilitasi oleh beragam perangkat atau sumberdaya yang disediakan oleh perusahaan tempat dimana mereka bekerja sebagai tim pengelola akun.  Dengan demikian, orang-orang tersebut harus memahami bahwa dari segi etika bisnis akan sangat tidak elok jika mereka membawa keluar salah satu client dan mengelolanya lewat perusahaan baru yang mereka dirikan.  Persaingan perebutan client yang terus terjadi tanpa proses perpindahan yang elegan tentu tidak akan memberikan manfaat positif terhadap kedua belah pihak.  Keuntungan terbesar secara psikologis seringkali lebih banyak berada di pihak client, bahkan juga secara ekonomis.

Sebagian praktisi dan pengamat mengatakan agar industri periklanan lebih baik memberi perhatian kepada beragam teknologi AI (artificial intelligence) yang hadir di era revolusi industri 4.0 saat ini. Di masa depan, client mungkin akan lebih memilih jasa yang dihadirkan oleh para robot dibanding orang-orang kreatif dan tentu advertising agency akan dihadapkan dengan tantangan perebutan client yang semakin kompleks dan tidak biasa (robot vs manusia). Para ahli kreatif terancam kehilangan peran misalnya dalam hal penciptaan model atau kerangka-kerangka kreatif.  Pemodelan disain packaging dapat segera dilakukan melalui teknologi robot yang begitu canggih sekaligus berpotensi meninggalkan peran manusia di masa depan.  Persaingan kutub konvensional dengan modernitas seperti ini perlu mendapat perhatian yang lebih besar, tentu sambil menjaga etika persaingan dengan santun.


– Ketidakseimbangan Posisi Agency Dengan Client
– Isu Seputar Strategi Media
– Repositioning Segera Advertising

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here