Dilema Pemilihan Media Iklan di Era Digital

0
105


ADVERTISING-INDONESIA.id – Pengiklan dan perencana media sejatinya adalah partner atau pasangan yang seharusnya bekerja bersama-sama dalam memilih dan menetapkan media untuk beriklan. Namun dalam berbagai kesempatan, para perencana media seringkali mendapat tekanan yang cukup berat dari para pengiklan bahkan seringkali pilihan akhir berada di tangan pengiklan bukan perencana media.

Kehati-hatian terhadap Media Baru

Belakangan ini tantangan yang dihadapi oleh para perencana media memang relatif semakin sulit karena ada berbagai hal di sekitar perencanaan media yang meningkat dengan sangat cepat. Setidaknya, tiga hal berikut ini mengalami perubahan secara terus menerus: Biaya media yang semakin mahal, Opsi-opsi media baru, dan Fragmentasi audiens. Ketiga hal ini berdampak sangat signifikan terhadap perencanaan pemasaran dan media iklan. Sebagai dampaknya, pengiklan kerap meminta alternatif media pada saat pilihan media yang dipresentasikan oleh perencana media dianggap belum memenuhi kriteria yang mereka harapkan.

Pengiklan seringkali meminta opsi media baru dari para media planner ketika biaya atas penggunaan media lama dirasa semakin mahal. Pengiklan seringkali berpikir bahwa opsi-opsi media baru yang semakin banyak seharusnya menurunkan biaya ke tingkat yang lebih rendah sebab mereka berasumsi semakin banyak pilihan maka persaingan harga akan semakin ketat. Mereka kurang menyadari bahwa kualitas media baru tidak serta merta sama dengan media lama atau dengan kata lain hasil yang diperoleh melalui media baru seringkali belum teruji. Sering terjadi antara media lama dan baru memiliki konten yang sangat mirip namun tidak berarti kualitas audiens kedua media tersebut sama. Oleh sebab itu, kehati-hatian dalam memilih media baru harus selalu dikedepankan. Kehadiran media-media digital seperti media sosial digital, media digital berbasis web, dan aplikasi-aplikasi digital jelas menimbulkan kompleksitas perencanaan media sehingga penguasaan perencana media dalam menyajikan data distribusi audiens, pola konsumsi audiens terhadap masing-masing media dan pengukuran efektifitas media menjadi mutlak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here