NEW BUSINESS
MEMBANGUN KOLABORASI STRATEGIS DI ERA PANDEMI

0
507

www.advertising-indonesia.id Saat ini banyak orang menjadi sangat kreatif dan inovatif. Mungkin gagasannya tidak terlihat kreatif tapi pada level implementasi terlihat begitu inovatif. 

Kaum ibu pekerja serta pekerja muda belia yang berdiam di rumah atau bekerja dari rumah tiba-tiba menjadi ahli makanan dan minuman. Hampir setiap hari kita melihat atau menerima pesan di media sosial kita ragam  hasil karya mereka yang ditawarkan dengan antusias dan tidak jarang diantaranya ada yang mengalami kesuksesan yang cukup berarti.

Apa yang sedang terjadi saat ini tampaknya merupakan hasil kolaborasi yang ideal antara produsen dan konsumen.  Antara produsen dengan konsumen yang sebagian besar merupakan sahabat atau kelompok terdekat mereka, sahabat facebook dan media sosial mereka. Tidak heran jika sebuah hasil karya rumahan tiba-tiba menjadi begitu terkenal karena si pemilik produk mempunyai ribuan orang sahabat FB yang diantaranya terdapat ratusan mutual friend – pesan tunggal bergerak menjadi pesan berantai menjangkau ribuan orang.  Saat ini semua orang menjadi begitu murah hati dengan cara memuji setiap ‘postingan’ dan membagikannya kepada orang lain dalam jaringan. Tak pelak, hasil karya makananpun menjadi viral dan kopi buatan rumahpun menjadi laku.

Pandemi Covid 19 telah mengubah dan mendorong sebagian orang menjadi lebih mudah bekerjasama.  Berkolaborasi demi tujuan bersama (mutual goal) yaitu sama-sama mencari keuntungan melalui usaha yang jujur dan ikhlas.

Dalam konteks kolaborasi dengan pelanggan David Nour dalam bukunya Co-create menuturkan 6 fase kolaborasi atau 6 fase dalam membangun hubungan strategis sekaligus dapat digunakan sebagai masukan dalam membangun hubungan yang kolaboratif:

Mapping: melakukan identifikasi terhadap individu yang relevan yang berpotensi menambah nilai spesifik terhadap hidup kita dan mencari cara bagaimana berhubungan dengan mereka

Relating: Mengekspresikan secara aktif minat kita terhadap mereka demi membangun koneksi sehingga hubunganpun dapat dibangun. Hubungan berawal dari mudahnya kita berbagi tujuan atau misi dan visi.

Nurturing: Memrioritaskan ragam kesempatan yang bisa menolong serta melakukannya dengan sungguh-sungguh dan niat yang tinggi. Termasuk dalam hal ini adalah menanamkan budi baik dan memastikan kita telah berusaha memberi sesuatu yang bernilai.

Sustaining: Menjaga hubungan dengan kuat dengan cara proaktif dalam menjaga hubungan, menciptakan kontak poin dengan pihak lain demi memperluas hubungan dan membuat rencana strategik demi pertumbuhan hubungan masa depan.

Requesting: mengevaluasi waktu yang tepat untuk meminta bantuan demi tercapainya tujuan, dan buatlah kerangka permohonan dengan tepat serta ajukanlah informasi yang tepat dan berguna agar tindakan yang diharapkan dapat terjadi

Capitalizing: Menilai dan mengumpulkan hasil usaha yang terukur dari segala hubungan yang bernilai sehingga mendorong kita dan orang lain atau pelanggan bertumbuh secara bersama-sama lewat cara penuh manfaat.

AI-06/19/2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here