BISNIS
Mengamati Bisnis Komunikasi Brand Di Tengah Pandemi Covid 19

0
567


ADVERTISING-INDONESIA.id
– Di tengah-tengah pandemi Covid 19 para pemilik brand diperhadapkan pada situasi yang sulit bahkan dilematis terkait dengan pengambilan keputusan apakah perlu berkomunikasi dengan audiens atau tidak. Jika jawabannya perlu bahkan harus, maka pertanyaan selanjutnya yang harus dijawab adalah apa tujuan komunikasi serta strategi yang harus dilakukan untuk mencapainya.

Dikutip dari laman MarketingProfs disebutkan bahwa bagi sebagian organisasi, COVID-19 telah mengubah 4Ps pemasaran-product, place, price and promotion – menjadi 4Cs: confusion, calamity, chaos and complexity.  Pengambilan keputusan yang berkaitan dengan strategi dan taktik komunikasi brand di era pandemic Covid 19 telah menjadi kompleks dan sulit. Intensitas komunikasi brand menurun tajam, strategi pesan berubah sementara audiens atau pelanggan juga sedang mengalami situasi psikologis yang benar-benar baru.  Semuanya terjadi dengan sangat cepat dan dampaknya sudah begitu terasa.

Brand-brand yang selama ini aktif berkomunikasi melalui media konvensional ditengarai telah mengurangi budget atau belanja media mereka hingga 50%. Sementara lewat observasi terbatas, sejumlah perusahaan tampak mengaktifkan atau mengamplifikasi penggunaan media digital termasuk media sosial dalam mengomunikasikan brand mereka termasuk diantaranya adalah mensponsori ragam aktifitas online seperti game competition.  Media-media konvensional seperti Televisi, Radio, dan Media Cetak juga tak pelak mengalami penurunan penjualan yang sangat tajam.

Situasi yang sama juga dihadapi para pelaku usaha yang bergerak di bidang komunikasi brand termasuk advertising agency dan event organizer. Calamity atau adanya suatu kejadian yang menimbulkan kerusakan besar yang seringkali terjadi secara tiba-tiba dan dimaknai sebagai disaster menimpa banyak usaha bidang komunikasi brand. Dampak terberat sepertinya dirasakan oleh pelaku usaha di bidang penyelenggaraan event yang dalam setiap kegiatannya sudah pasti melibatkan audiens dalam jumlah yang cukup besar bahkan massal, hal mana di era pandemic Covid 19 menjadi sesuatu yang belum boleh dilakukan. Semua pihak yang terkait dengan ekosistim usaha event mengalami perlambatan bisnis yang signifikan bahkan kolaps khususnya pelaku usaha penyelenggara event skala kecil serta para freelancer event.

Lewat perbincangan advertising-indonesia.id dengan sejumlah pelaku usaha event diperoleh gambaran tentang betapa terjalnya jalan usaha yang mereka harus tempuh di tengah pandemic Covid 19.  Situasi ini tampak masih akan terus berlanjut sekalipun sejumlah aturan baru yang ditujukan untuk mendorong dan menggerakkan kembali aktifitas bisnis sudah dikeluarkan oleh pemerintah. Berbagai pihak masih tetap menunggu hingga situasi benar-benar dirasa aman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here