4 Peran Esensial Advertising

0
2720


ADVERTISING-INDONESIA.id – Pengakuan terhadap peran advertising sebagai salah satu taktik komunikasi brand yang efektif masih saja bertahan hingga saat ini. Alih-alih tenggelam atau ‘mati’ seperti anggapan sebagian pengamat atau praktisi, peran advertising di era digital terus berkembang dan menghadirkan tantangan baru.

Menguatnya eksistensi advertising sebagai salah satu taktik komunikasi brand tidak lepas dari 4 aspek komunikasi brand yang secara konsisten dapat dijalankan atau diperankan oleh advertising. Advertising diakui memiliki 4 peran esensial yang sudah terbukti sangat efektif secara empiris yaitu: Precipitation, Persuasion, Purchase behavior, Reinforcement dan Reminder Role. Lewat 4 peran inilah advertising diyakini akan terus bertahan bahkan akan semakin berkembang sebagai salah satu taktik komunikasi brand yang efektif. Advertising sangat efektif dalam menciptakan efek-efek komunikasi yang berperan dalam menjaga dan mendorong terjadinya penjualan.

Peran #1: Precipitation Role

Peran ini dianalogikan seperti hujan yang tercurah dengan sangat deras serta menimpa benda sekitar. Kita memahami advertising sebagai taktik komunikasi brand yang dilakukan dengan menggunakan media sebagai jembatan komunikasi berbayar. Sepanjang dibayar, maka sebuah pesan dapat disampaikan secara berulang-ulang atau dalam frekuensi yang sangat tinggi seolah hujan pesan yang menerpa audiens. Terpaan berulang inilah yang menjadi awal bagi terbentuknya efek-efek komunikasi lanjutan yang sangat dibutuhkan oleh brand.

Peran #2: Persuasion Role

Peran ini adalah peran folosofis iklan karena mengusung 4 peran taktis iklan yang sangat historis, yaitu: Mengintensifkan (intensify) keinginan (wants) dan kebutuhan (needs), Menciptakan kesadaran (awareness) dan keinginan mencoba (trials) , Memanfaatkan sensitifitas (feelings) dan emosi (emotions), serta Membangun preferensi (preferences). Peran persuasi iklan membuat para pemilik brand meyakini iklan sebagai salah satu taktik komunikasi yang efektif dalam memenangkan pertarungan perebutan benak target market. Ribuan pemilik brand sangat mengapresiasi iklan yang sudah terbukti atau berhasil menciptakan keinginan mencoba atau membeli produk khususnya di tengah-tengah persaingan antar brand yang sangat ketat.

Peran #3: Purchase behavior role

Perilaku membeli yang timbul dan berulang secara regular tentu menjadi keinginan setiap penjual atau pemilik brand. Iklan sejak lama diakui memiliki peran penting dalam mendorong terjadinya trial (uji coba) dan committed (loyalitas atau komitmen). Lewat penyampaian pesan iklan yang berulang (frequent delivery of message) serta variasi pesan yang diolah secara kreatif maka peluang untuk menjaga keinginan beli hingga akhirnya menjadi loyal akan terus terbuka.

Peran #4: Reinforcement Role

Iklan memiliki peran yang signifikan dalam mendukung, menguatkan atau memantapkan pembelian menjadi sesuatu yang terlegitimasi (legitimize purchase). Iklan akhirnya tidak lagi hanya sekedar alat komunikasi tetapi alat komunikasi yang melegitimiasi pembelian. Iklan adalah alat komunikasi yang berperan kuat dalam membuat target market sadar, merasa sah atau terlegitimiasi ketika melakukan pembelian produk atau brand.

Peran #5: Reminder Role

Ketika target market sudah berada dalam posisi aman dan loyal, maka iklan akan memainkan peran terakhir yang disebut reminder role. Iklan sudah diakui sebagai pengingat (reminder) yang paling efektif. Lagu, slogan atau tag line, kalimat-kalimat humor, gaya bintang iklan dan dramatisasi produksi adalah berbagai aktivasi atau implementasi dari peran reminder yang ketika dijalankan dengan baik maka iklan akan menjadi pengingat (reminder) yang paling efektif dibanding taktik komunikasi lainnya.


– Hebohnya Pitching! Ikut? Tidak Ikut?
– Perlunya Membangun Komunikasi Teknis Dengan Klien
– Era Agency Service Fee Murah, 0,5%!
– Pendekatan Fungsional Interactive Advertising