Potensi Free Airtime dan Viewership Video Sosial

0
1483


ADVERTISING-INDONESIA.id – Jutaan video sosial tercipta dan terdistrubusikan di media-media sosial dan membentuk total viewership yang fenomenal. Video-video sosial mengalami kesuksesan secara viral jika video tersebut terdistribusikan dengan sangat cepat ke seluas-luasnya pengguna internet. Tentu ada banyak faktor yang menyebabkan sebuah video sosial mengalami kesuksesan yang sangat hebat seperti yang dialami oleh video sosial ‘Evian Roller Babies’.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan video sosial yang diproduksi oleh para pemilik brand atau pemasar terus meningkat tajam. Video-video tersebut pada awalnya diluncurkan atau didistribusikan melalui media-media berbayar atau disebut juga dengan paid distribution. Hal ini dilakukan untuk memancing atau menciptakan jumlah viewership awal yang cukup besar sehingga potensi bagi terciptanya reach lanjutan yang tidak berbayar atau free airtime distribution menjadi terbuka lebar.

Sejumlah pemasar atau pemilik brand seolah ditantang terus menerus untuk menciptakan video sosial tentang brand mereka dengan harapan akan mengalami kesuksesan secara viral (viral success).

Video sosial dari suatu brand pada hakekatnya adalah advertisement video yang menyebar melalui media-media sosial dimana jika video tersebut betul-betul menarik perhatian audiens, maka video tersebut akan bekerja layaknya sebuah penyakit infeksi yang menyebar dengan sangat cepat ke jutaan orang.

Setelah sekian lama, sejak fenomena video sosial merebak ke tengah-tengah pasar dan dunia pemasaran global, kepastian penyebab suatu video menjangkiti jutaan pemirsa atau pengguna media sosial masih saja terus diperbincangkan. Tidak ada rumus yang pasti sehingga sejumlah peneliti atau pemerhati media dan video sosial terus melakukan penelitian atau studi ilmiah demi mengungkap faktor dibalik kesuksesan sebuah video sosial.

Ragam opini terus bermunculan dan sejumlah hasil studi kasus terus dipaparkan tetapi tetap saja belum dianggap cukup sebagai panduan pemasaran yang bersifat ilmiah dan akurat. Para ahli berpendapat bahwa fenomena ini sesungguhnya adalah hal yang lumrah terjadi atas sebuah media baru yang sedang berkembang dimana perubahan-perubahan yang terjadi seringkali melampaui teori atau pembelajaran yang ada. Studi-studi kasus khususnya tentang kesuksesan video-video sosial tertentu seringkali diterima sebagai panduan tanpa penelusuran yang lebih luas.

Ketika berbagai video sosial mengalami kesuksesan yang luar biasa, juga terdapat video-video yang jelas tidak berhasil yang hanya ditonton oleh sedikit audiens sekalipun diproduksi dengan biaya yang cukup tinggi. Dua kasus yang berbeda inilah yang menyebabkan para pemilik brand atau advertiser masih belum menemukan resep yang pas dalam menyiapkan video sosial yang kelak menjadi viral dan menghasilkan jumlah viewership yang besar. Harapan untuk memperoleh free reach atau free viwership seolah menyihir banyak advertiser dengan terus berupaya menciptakan video baru dan mendistribusikannya melalui berbagai paid media yang cukup mahal.

Salah satu potensi yang sangat luar biasa dari media-media sosial yang menjadi pertimbangan pokok para pengiklan dalam mengalihkan aktifitas komunikasi brand mereka dari media konvensional ke media sosial adalah potensi pembentukan huge reach melalui free airtime di berbagai media sosial yang sangat terbuka dan bisa terjadi dengan sangat cepat. Di sisi yang lain, pembentukan reach lewat berbagai program televisi saat ini dinilai semakin mahal dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai level reach yang signifikan relatif lama.

 – Excitement, Viewing dan Sharing Video Sosial
– Epidemi Media Sosial
– Potensi Look-alike Audience Terhadap Viral