Rating! Penentu Nasib Bisnis Stasiun Televisi?

0
1788


ADVERTISING-INDONESIA.id – Kekuatan program TV yang ditayangkan oleh stasiun televisi tertentu salah satunya dapat diukur berdasarkan rating dan satunya lagi adalah program share dari program tersebut. 

Program rating adalah angka yang menunjukkan jumlah penonton yang berhasil diraih oleh suatu program  dari keseluruhan populasi yang dianggap potensial sebagai penonton televisi atau biasa disebut dengan Potential TV Population.  Rating mengindikasikan seberapa kuat program-program televisi yang sedang tayang berhasil menarik perhatian audiens atau individu untuk menyediakan waktu  menonton program TV terjadwal.  Ada banyak faktor yang membuat seseorang tidak tertarik untuk duduk dan menatap layar kaca dewasa ini.

Faktor kontestasi antar media dan kesibukan sekitar menjadi alasan utama yang bisa menyebabkan seseorang mengurungkan niatnya menonton televisi.

Ketika lingkungan sekitar semakin menarik perhatian dan media lain diluar televisi juga menawarkan keasikan konsumsi media yang semakin intens maka akan ada kemungkinan jumlah orang yang tergerak untuk menonton program TV semakin menurun, dan otomatis rating akan menurun.

Di beberapa negara yang memiliki aneka musim, seringkali jumlah penonton televisi turun drastis pada musim tertentu (misalnya saat musim panas) karena mereka meninggalkan rumah dan sibuk dengan aneka aktifitas di area wisata luar rumah.  Bagaimana dengan mereka yang masih menonton program TV lewat berbagai perangkat mobile? Apakah mereka dihitung sebagai faktor penambah rating? Secara teori ya, namun saat ini, metode perhitungan rating yang dilakukan terhadap TV program masih lebih diarahkan kepada mereka yang menonton program TV di dalam rumah dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui perangkat people meter.

Persepsi pengiklan tentang data pola konsumsi program TV  yang diperoleh lewat perangkat people meter atau diary system hingga saat ini masih tetap kuat, sebab data ini dianggap mewakili pola  kepenontonan  terhadap program TV yang dilakukan secara khusus, dalam tingkat konsentrasi yang tinggi, dan relatif rileks (berkaitan langsung dengan memorability terhadap konten).  Dengan kata lain, perangkat televisi rumah masih cukup diakui sebagai sarana hiburan di tengah keluarga dan dianggap sebagai media dengan efek pesan yang relatif kuat. Salah satu buktinya adalah masih tingginya populasi rumah tangga yang mengaku menonton program-program TV sebagaimana dilaporkan secara reguler oleh Nielsen Indonesia.