Digital Media Planning
Era Baru Kepenontonan TV

0
330

Para media planner akan segera dihadapkan dengan situasi baru peta media televisi di Indonesia seiring dengan ditetapkannya penggunaan program siaran digital yang akan menggantikan siaran televisi analog. Perubahan-perubahan baru akan segera terjadi: pola atau kebiasaan menonton, segmentasi penonton yang jauh lebih beragam, teknik pengumpulan data kepenontonan dan sebaran baru rating program.

TV Masih Akan Bertahan

Salah satu media konvensional yang masih bisa bertahan sebagai media iklan di era dominasi media digital  adalah televisi terrestrial analog.  Stasiun TV swasta nasional dan lokal yang saat ini beroperasi dikenal sebagai FTA TV Station dalam format analog. Pengiklan masih tetap melihat besarnya jumlah penonton program TV yang ditayangkan oleh stasiun televisi FTA atau Free to Air TV Station sebagaimana data kepenontonan TV swasta di Indonesia yang rutin dikeluarkan oleh Nielsen Indonesia. 

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Menkominfo secara resmi akan menghentikan siaran televisi analog dan beralih ke siaran TV digital secara bertahap mulai Agustus 2021. Artinya, masyarakat penonton TV di Indonesia memiliki kesempatan untuk menikmati ragam konten yang ditayangkan ratusan channel baru dalam format digital. Perangkat televisi yang bisa menangkap siaran televisi digital adalah Smart TV atau TV analog yang dilengkapi dengan antena digital dan Set Top Box.  Masyarakat tetap bisa menikmati program digital terrestrial dengan gratis atau tidak perlu membayar. Hal ini tentu akan menambah pilihan tidak saja bagi masyarakat penonton TV di Indonesia tetapi juga bagi pengiklan. 

Kehadiran media televisi dalam format digital terrestrial akan menghadirkan konten-konten yang pasti jauh lebih menarik dan tentu akan menciptakan segmentasi penonton yang lebih tajam berdasarkan program atau konten. 

Rating dan Perencanaan Media

Jumlah program atau konten baru akan mendorong terjadinya perubahan kebiasaan menonton dan selanjutnya akan menciptakan data dan informasi baru kepenontonan. Penonton akan semakin terbagi-bagi kedalam kelompok-kelompok yang lebih tajam berdasarkan minat program dan pada akhirnya akan menghasilkan rating program yang semakin kecil di setiap program. Agregasi rating bersih akan semakin mahal karena membutuhkan semakin banyak spot yang menyebar di berbagai program. 

Perencana media akan dihadapkan dengan pola kepenontonan baru, rating yang semakin terbagi-bagi dan menyebar di setiap program, kemudian analisis konten secara kualitatif akan semakin dibutuhkan hingga kemudian berkembangnya layanan Video on Demand (VoD). Para perencana media dituntut bekerja lebih keras karena kemungkinan besar program-program tayangan televisi digital berpeluang untuk dikelola melalui programmatic television media buying yang tentu membutuhkan pengetahuan yang lebih khusus. 

Selamat datang era kepenontonan baru televisi di Indonesia dan selamat bekerja bagi para media planner.