MEDIA BUYING
TERGUSURNYA SISTEM PEMBELIAN MEDIA OLEH TEKNOLOGI AI

0
879

Advertising-Indonesia.id, 21 Juni 2024

Dalam ranah pemasaran digital yang dinamis, memahami berbagai strategi dan saluran (channel) sangat penting untuk memaksimalkan jangkauan (reach) dan keterlibatan (engagement).

Selain upaya pemasaran digital lainnya, dua komponen penting dari strategi pemasaran yang sukses adalah pembelian media (media buying) dan periklanan terprogram (programmatic advertising).  Agensi-agensi pemasaran yang ahli dalam pembelian media digital, akan selalu mengembangkan cara memanfaatkan kedua komponen ini demi meningkatkan visibilitas merek dan secara efisien mendorong kunjungan bertarget (targeted traffic).

Pembelian Media adalah salah satu strategi pemasaran yang dinilai penting.  Pembelian media adalah proses pembelian waktu atau ruang iklan untuk menampilkan iklan di berbagai saluran mulai dari radio, tv, dan papan reklame (media tradisional) hingga situs web, media sosial, layanan streaming, dan aplikasi (media digital). Hal ini memungkinkan pengiklan untuk menjangkau audiens target mereka secara efisien melalui berbagai media. Pemilik brand disarankan untuk bekerja sama dengan agensi pembelian media yang menyediakan para ahli yang menentukan, menegosiasikan, dan mengamankan penempatan iklan yang menguntungkan untuk mengoptimalkan anggaran dan mencapai tujuan pemasaran yang diinginkan.

Jika di era media tradisional  pembelian ruang dan waktu media dilakukan secara terpisah antar media, maka di era media digital dikenal praktik pembelian media digital sebagai pendekatan modern dalam pembelian waktu atau ruang iklan.  Pembelian ruang dan waktu atas setiap media digital yang tergabung dalam satu jaringan global  media digital dapat dilakukan secara serentak. Pembelian media digital telah mengubah lanskap pemasaran. Di era digital ini, agensi pemasaran yang berspesialisasi dalam pembelian media digital dapat membantu suatu brand menjangkau audiens yang ditargetkan di berbagai platform, seperti situs web, media sosial, mesin pencari, dan berbagai media digital lain dengan menggunakan pendekatan berbasis data. Pendekatan ini digunakan untuk menargetkan audiens yang tepat, memastikan tingkat keterlibatan dan konversi yang lebih tinggi.

Dewasa ini seiring dengan peningkatan dominasi platform teknologi AI, di kalangan agensi periklanan timbul perkiraan bahwa area pembelian media akan menjadi yang pertama yang harus dilepaskan atau hal pertama yang harus disingkirkan terkait dengan efisiensi yang ditawarkan penggunaan teknologi AI. Setidaknya, area pembelian media akan mengalami perubahan besar-besaran seiring dengan penggunaan teknologi AI.  Pekerjaan-pekerjaan pembelian media digital akan semakin diarahkan ke algoritma. Bahkan AI generatif telah membuat langkah signifikan dalam meningkatkan periklanan terprogram dengan memungkinkan hiper-personalisasi dan mengoptimalkan kreasi iklan, penempatan, dan strategi penawaran.

Menurut co-founder MediaMonks Wesley ter Haar, sebagian besar pendapatan media adalah untuk melayani algoritma platform teknologi sehingga dengan demikian, mungkin elemen pembelian adalah yang pertama kali diotomatisasi oleh AI.

Proses ini akan berjalan dalam kurun waktu yang tidak begitu cepat karena dalam sistem pembelian media buying ada kerumitan atau perilaku yang sudah mandarah daging termasuk sistem pembelian media buying grup media besar yang terkadang kompleks. Kumpulan data besar perusahaan media besar pasti tidak mudah untuk dilepaskan ke publik secara terbuka.  Melepaskan begitu saja pembelian media buying kepada teknologi AI secara total masih akan memerlukan proses yang tidak sederhana namun dipercaya bahwa pada suatu saat semuanya akan diserahkan kepada AI.

Brand tidak lagi berhubungan langsung dengan tim pengelola media buying agensi periklanan tetapi sepenuhnya menyerahkan kepada teknologi AI.  Barangkali hal ini masih akan diperdebatkan khususnya oleh para praktisi periklanan dan media house.