
| ADVERTISING-INDONESIA.id – Standard Chartered Bank (SCB) mengajak masyarakat dalam meningkatkan kesadaran untuk mengelola keuangan dengan menggelar pelatihan finansial kepada ibu-ibu dan remaja putri usia 12-20 tahun melalui program GOAL, yang tinggal di Rusunawa Jatinegara Kaum, dengan menggandeng Yayasan Mitra Mandiri Indonesia (YMMI). |
Diantaranya pendidikan finansial (financial education) bagi ibu-ibu dan program GOAL bagi remaja putri yang merupakan rangkaian dari komitmen Bank dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan jumlah masyarakat yang melek finansial.
Dody Rochadi selaku Head of Corporate Affairs, Standard Chartered Bank Indonesia mengungkapkan akan pentingnya memunculkan kesadaran dalam diri masayarakat khususnya kaum perempuan dalam mengelola keuangan rumah tangga. Lantaran sebagian besar para ibu-ibu sangat jarang memiliki kelihaian dalam mengelola keuangan rumah tangganya karena kurangnya kesadaran yang dimiliki khususnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Sehingga materi yang diberikan kepada peserta terkait hal seperti itu.
Standard Chartered Bank Indonesia mengajak seluruh masyarakat Indonesia wajib melek finansial. Untuk itu, kami mendukung program inklusi keuangan pemerintah.
“Standard Chartered Bank Indonesia mengajak seluruh masyarakat Indonesia, tanpa melihat latar belakang dan kondisi ekonomi, wajib melek finansial. Untuk itu, kami mendukung program inklusi keuangan pemerintah. Salah satu pilar utama Standard Chartered Bank adalah keberlanjutan dan kami percaya pendidikan keuangan adalah salah satu faktor utama mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Target sasaran kami fokuskan pada perempuan karena survey menunjukkan kesetaraan gender merupakan hal penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pada kesempatan hari ini, SCB berbagi materi pendidikan yang paling sederhana seperti meningkatkan pemahaman antara keinginan dan kebutuhan serta mendorong peserta untuk membiasakan melakukan pencatatan atas segala transaksi keuangan,” ujar Dodi.
“Materi yang diberikan sangat simpel contohnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, cara membuat anggaran keuangan (pengeluaran tiap bulan). Pasalnya mereka tidak memiliki kebiasaan untuk mencatat anggaran keuangan setiap bulannya,” sambung Dodi.
Sementara itu Direktur Yayasan Mitra Mandiri Indonesia, Gino Latief mengungkapkan bahwa program tersebut sangat bagus lantaran mengembangkan empat kemampuan (Be money safety, be confident, be yourself, be enpower) yang memang harus dimiliki seorang perempuan, apalagi seorang wanita yang telah memiliki rumah tangga.
“Program ini memang beda lantaran fokusnya mengembangkan empat karakter yang dimiliki oleh perempuan. Mereka disiapkan untuk menjadi leader dalam keluarga. Ini menjadi aset untuk perempuan untuk lebih baik lagi,” jelas Gino.
Kegiatan tersebut akan terus berlanjut dengan manergetkan 1500 peserta, yang mengambil sampel dari 10 sekolah di area Jakarta.




























