Kampanye So Tango “Enaknya Gak Hoax” Bijak Menyikapi Informasi Hoax

0
1436
Head of Corporate & Marcomm OT Group, Harianus Zebua, Managing Director Tango, Charles Klamodarso dan perwakilan sekolah SMKN 19 (Kiri-Kanan) berpose bersama saat kampanye So Tango “Enaknya Gak Hoax”
ADVERTISING-INDONESIA.id – Pesatnya penggunaan internet seperti media sosial pada kenyataannya tidak semuanya memberikan manfaat positif. Penggunaan media sosial yang salah dapat digunakan untuk menyebarkan hal–hal negatif seperti ujaran kebencian, berita bohong atau informasi–informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya yang belakangan ini lebih di kenal sebagai informasi HOAX.

Kepedulian terhadap eskalasi penyebaran hoax ini mendasari So Tango, produk makanan ringan baru keluaran OT Group, salah satu perusahaan fast moving consumer good (FMCG) terbesar di Indonesia yang tengah menjalankan kampanyenya “Enaknya Gak Hoax”.

Media sosial seharusnya dikembangkan ke arah produktif dan inovasi” ujar Alois Wisyuhardana, Head of Social Media Management Center dari kantor Staf Presiden Republik Indonesia.

Kampanye tersebut bertujuan untuk melakukan edukasi kepada generasi muda Indonesia, khususnya pelajar, dengan harapan sebagai penerus masa depan bangsa, Agar mereka memahami dan menggunakan Internet, khususnya media sosial, secara bijak dan bertanggung jawab. Sebab media sosial dapat di gunakan menyebarkan hal–hal negatif, separating unwarranted, kebencian, berita bohong atau informasi – informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Banyaknya informasi hoax dapat menimbukkan keresahan di masyarakat , memicu sikap permusuhan, yang berujung pada adu domba dan memecah belah masyarakat. Hal ini dapat mengganggu kelancaran program – program pembangunan yang sedang di jalankan oleh pemerintah. Media sosial seharusnya dikembangkan ke arah produktif dan inovasi” ujar Alois Wisyuhardana, Head of Social Media Management Center, Dari kantor Staf Presiden Republik Indonesia pada acara peluncuran kampanye So Tango “Enaknya Gak Hoax”, di SMKN 19 Jakarta.