Tiga Pastry Berbahan Baku Lokal ini, jadi Pemenang Blue Band Master Oleh-oleh 2017

0
1497


ADVERTISING-INDONESIA.id – Blue Band Master Oleh-oleh 2017, dilaksanakan untuk kali keduanya. Setelah melewati proses seleksi dan penjurian. Blue Band Mastee Oleh-oleh 2017 kembali mengumumkan tiga tiga kreasi oleh-oleh terbaik se-Indonesia. Proses penjurian itu untuk memperebutkan gelar ‘Master Oleh-oleh 2017’ ini sudah dilaksanakan sejak akhir November 2017.

Menurut Managing Director Unilever Food Solution PT Unilever Indonedia Tbk, Thomas Agus Pamudji, kompetisi tahun ini diikuti oleh 5.145 kreasi oleh-oleh dari 30 provinsi di Indonesia. Teknik pengolahan, pemilihan kemasan yang unik dan menarik juga akan memberikan nilai tambah. Para pelancong akan lebih tertarik pada oleh-oleh yang memiliki packaging baik. Bekerjasama dengan Pesona Nusantara, e-commerce khusus menjual dan mempromosikan kreasi terbaiknya ke seluruh Indonesia.

“Jumlah ini meningkat lebih dari 50 persen dibanding tahun lalu. Tapi hanya ada tiga kreasi oleh-oleh yang terpilih, yang didasarkan oleh beberapa aspek, seperti teknik pembuatan, keunikan, rasa dan rupa, kemasan, ketahanan produk dan nilai-nilai budaya lokal,” katanya.

Tiga pemenang oleh-oleh ini adalah Sorghum Cookies kreasi Yant Healthy (Nusa Tenggara Barat), Roti Ontbijtkoek Gula Jawa Toko Roti Djakarta (Yogyakarta) dan Pia Karawo Cafesera (Gorontalo). Ketiganya, dipilih berdasarkan beberapa aspek, seperti teknik pembuatan, keunikan, rasa, rupa dan mencerminkan kearifan lokal masing-masing.

Berikut tiga finalis kreasi oleh-oleh terbaik se-Indonesia, versi Blue Band Master Oleh-oleh 2017.

1. Pia Karawo dari Gorontalo

Ellyanti Phandeirot dari Toki Cafesera menyandang gelar ‘Master Oleh-oleh 2017’ karena kreasinya yang berhasil menarik perhatian para juri. Pia karawo adalah pia khas Gorontalo yang memanfaatkan kelapa sebagai ciri khas kota Gorontalo.

Uniknya, Ellyanti memadukan pia ini dengan motif sulaman Karawo yang dilukis di atas permukaan pia. Karawo sendiri merupakan salah satu wastra khas Gorontalo yang terkenal cantik dengan motif bunganya. Sebagai pemanis, kemasan pia ini dihiasi dengan daun kelapa.

2. Roti Ontbijtkoek Gula Jawa dari Yogyakarta

Juara kedua jatuh pada kreasi oleh-oleh dari Andreas Purwanto. Ia mengaku, membuat roti legendaris ini dari resep turun temurun keluarga, yang dijual di Toko Roti Djakarta yang sudah berdiri sejak 1924.

Bedanya, Andreas terinspirasi dari para petani gula Jawa dan kacang tanah, sehingga ia memanfaatkan dua bahan makanan sebagai bahan utama dalam pembuatan roti yang dikenal sebagai ‘kue sarapan paginya orang Belanda’.

3. Sorghum Cookies dari Lombok, NTB

Keprihatinan Nurrahmi Yanti dengan kondisi tanaman Shorgum yang hampir punah, membuat dirinya berinisiatif untuk mulai menggunakan tanaman serbaguna ini sebagai bahan utama cookiesnya.

Cookies yang dijual dengan merk Yant Healthy ini, merupakan terobosan baru dari olah pangan lokal asli dari Lombok. Selain rasanya enak, cookies ini juga sehat karena menggunakan pemanis alami dari tanaman tersebut. Oleh-oleh ini juga punya daya simpan cukup lama lho.

Sementara itu menurut Presiden Akademi Gastronomi Indonesia (AGI), yang sekaligus menjadi juri dalam kompetisi tersebut, kreativitas para pelaku oleh-oleh sangat unik. Karena mengangkat unsur lokal dan budaya setempat. Setiap kreasi memiliki cerita yang menarik dan khas sebagai nilai jual.

“Kombinasi antara budaya dan kuliner inilah yang mampu dipadupadankan dengan baik oleh para peserta,” katanya.

Selain itu, banyaknya bahan-bahan lokal yang tersedia di setiap daerahnya akan memberi kesempatan untuk para pemilik usaha kuliner. Supaya, olahan yang dibuat akan lebih khas, melestarikan dan meningkatkan ekonomi kreatif di dalamnya.

“Dengan banyaknya penggunaan bahan lokal yang ada, bisa mengembangkan bisnis oleh-oleh mereka. Salah satu contohnya, yaitu cara pengolahan bahan pada salah satu kreasi makanan yang dapat menjadikan tahan lama. Jika diproses dengan teknik slow baking,” kata Pastry Chef dan President of Indonesia Pastry Alliance, Rahmat Kusnedi.


– Survey Nielsen Terhadap BrandSerunya Persaingan “Global Brand vs Local Brand”
– Menikmati Momen Akhir Tahun Bersama MAXX Coffee