
|
|
“Pada 28 Oktober nanti grand launching di Aula Simfoni di Kemayoran, Jakarta Pusat,” ucap Kepala studio Lokananta, Miftah Zubir.
Sebagai informasi, lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ yang selama ini dinyanyikan baru satu bait saja. Sementara sang peciptanya, Wage Rudolf Supratman, menulis lagu ‘Indonesia Raya’ dalam tiga bait atau tiga stanza.
Trio Lestari, yakni Glenn Fredly, Sandy Sandoro, dan Tompi, selaku pekerja seni juga baru mengetahui sekaligus mau turut membantu mensosialisasikan lagu ‘Indonesia Raya’ versi asli karangan Pahlawan Nasional, Wage Rudolf Supratman tersebut.
Sandhy Sondoro berpendapat bahwa lagu ‘Indonesia Raya’ sebenarnya cukup dinyanyikan satu bait saja. Hal ini ia utarakan berdasar pandangannya akan kebanyakan orang yang menganut filosofi hidup “keep it simple”.
Baca : Tulus Ajak Selamatkan Gajah Sumatra
“Di sini saya lihat dari segi efisiensinya kalau menurut saya lebih baik (dinyanyikan) cuma satu stanza, lebih simpel dan lebih straight to the heart,” ujar Sandhy di halaman Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat.
“Kalau tiga stanza dinyanyikan, tidur orang, menurut saya ya. Cukup sih satu, udah ngikat banget, karena saya orang yang hidupnya enggak ribet. Bikin musik lagu-lagu saya enggak ada yang ribet. Mungkin dari praktiknya kita perlu melihat dari segi efisiensi, menurut saya,” lanjutnya.
Namun, ia tetap mendukung langkah pemerintah untuk membantu mensosialisasikan ‘Indonesia Raya’ dalam versi lengkap kepada publik, terutama generasi muda.
Lagu “Indonesia Raya” versi lengkap itu rencananya akan diwajibkan untuk dinyanyikan dalam kelas di sekolah sebelum proses belajar mengajar dimulai, bukan saat upacara.
“Lagu Indonesia Raya dinyanyikan dalam satu stanza udah kuat banget sih. Tapi kalau dari saya, penting juga buat disosialisasikan tiga stanza di sekolah sekolah dari TK, SD, SMP dan SMA. Kalau untuk pengetahuan harus sih, saya juga baru tahu. Seluruh Indonesia harus mengetahui bahwa bangsa kita mempunyai Lagu ‘Indonesia Raya’ dalam tiga stanza,” katanya.
“Hal ini menarik buat kami sebagai pelaku seni, yang juga bagian dari masyarakat untuk tahu lebih jauh. Ini salah satu cara membangkitkan kecintaan terhadap tanah air. Kami juga sudah lama tak ikut upacara bendera seperti siswa sekolah. Terakhir SMA masih rutin, belakangan sudah tak lagi ada kewajiban,” timpal Glenn.
Baca : “Powerful Copy” Menjadi Kekuatan Iklan Legendaris
Tompi menambahkan, bahwa dirinya selama ini hanya mengetahui lagu Indonesia Raya hanya dalam satu stanza.
“Saya juga bingung, oh ternyata ada tiga (Stanza) ya. Saya tahunya cuma dua. Jadi mau tau lagi, apa sih sebenarnya. Banyak pertanyaan, seperti misalnya memangnya belum ada standarisasi dalam membawakan lagu Indonesia Raya, sampai ke aransemennya. Ternyata memang belum ada standarisasinya,” ujarnya.
Rekaman ulang “Indonesia Raya” versi tiga stanza dibawakan oleh orkesta dan paduan suara Gita Bahana Nusantara dipimpin oleh konduktor Sapta Kusbini. Sementara, musisi kawakan Purwacaraka duduk sebagai sound engineer.
Hasil rekaman di Lokananta terdiri dari lima jenis, yakni versi orkes harmoni, orkes simfoni, orkes fanfare, iringan piano, dan unisono. Setiap versi ada yang direkam satu stanza dan ada yang tiga stanza.
Proses rekaman sendiri dilakukan di studio Lokananta, Solo, Jawa Tengah. Mengapa di sana? Karena studio itu menyimpan rekaman tiga stanza ‘Indonesia Raya’ versi Josef Kleber.
Lokananta, yang didirikan sejak 1956, juga merupakan perusahaan rekaman musik pertama di Indonesia yang juga menyimpan sub master rekaman teks Proklamasi 17 Agustus.
Ide awal merekam ulang ‘Indonesia Raya’ dalam versi satu bait dan tiga bait datang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Tujuannya untuk mengingatkan orang-orang tentang sejarah lagu kebangaan Indonesia. Selain itu, agar cara membawakan dan mendengarkannya seragam sesuai amanat undang-undang.
Berikut lirik lagu Indonesia Raya dalam 3 Stanza :
I (satu)
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku Semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
(Ulangan)
Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Tanahku, Negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
II (dua)
Indonesia, tanah yang mulia
Tanah kita yang kaya
Disanalah aku berdiri
Untuk slama-lamanya
Indonesia, tanah pusaka
P’saka kita semuanya
Marilah kita mendoa
Indonesia bahagia
Suburlah tanahnya
Suburlah jiwanya
Bangsanya, Rakyatnya, Semuanya
Sadarlah hatinya
Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya
(Ulangan)
Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Tanahku, Negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
III (tiga)
Indonesia, tanah yang suci
Tanah yang sakti
Di sanalah aku berdiri
Menjaga ibu sejati
Indonesia, tanah berseri
Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji
Indonesia abadi
S’lamatlah rakyatnya
S’lamatlah putranya
Pulaunya, Lautnya, Semuanya
Majulah negrinya
Majulah pandunya
Untuk Indonesia Raya
(Ulangan)
Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Tanahku, Negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
![]()
– Tulus Ajak Selamatkan Gajah Sumatra
– “Powerful Copy” Menjadi Kekuatan Iklan Legendaris
– Agnez Mo Jadi Brand Ambassador LAKME Bersama Megan Fox


























