
|
|
Bisakah Azrul bertahan lagi di puncak pimpinan Jawa Pos? Maesa Eric Samola atau Hidayat Jati Gunawan Muhammad yang bakal naik? Inilah “pertarungan” generasi kedua group Jawa Pos yang bakal menentukan nasib karyawan Jawa Pos Group di masa mendatang. Andaikata kelak Ciputra benar mengambil alih keseluruhan sahamnya, bukan tidak mungkin, Pak Ci, juga punya pilihan sendiri atas orang-orang yang akan dipilihnya nanti untuk menahkodai Jawa Pos. Menurut informasi sebelumnya, rencana Dahlan Iskan menjual 15 persen saham ke Yayasan Pembangunan Jaya Raya milik Ciptura dilakukan setelah mendapat kabar anak Dahlan Iskan, Ulik (Azrul Ananda) dicopot dari jabatan Direktur Utama koran Jawa Pos sekaligus lepasnya posisi Komisaris Jawa Pos Group. Posisi Azrul kemungkinan besar akan digantikan oleh putra Goenawan Mohamad, Hidayat Jati. Siapa Hidayat Jati? Selama ini, putra Mas Gun (panggilan akrab Gunawan Mohammad) ini tak pernah disebut-sebut bakal ikut mengelola group Jawa Pos. Baru sekarang ini namanya mencuat.
Setidaknya, ada tiga nama “putra mahkota” para pendiri Jawa Pos Group yang akan saling berebut posisi di Jawa Pos. Asrul Ananda (putra Dahlan Iskan) yang sudah terdepak, Maesa (putra Eric Samola) yang masih aman di Jawa Pos Group, dan Hidayat Jati (putra Gunawan Muhammad) yang digadang-gadang bakal ambil peran. Siapa yang bakal berperan di masa mendatang?
Diketahui bahwa Dahlan Iskan hanya memegang porsi saham sebesar 15 persen di Koran Jawa Pos. Adapun Yayasan Pembangunan Jaya Raya yang dikomandoi oleh Ciputra memegang porsi saham di Koran Jawa Pos sebesar 40 persen. Sisa sebesar 45 persen dipegang oleh beberapa pemilik saham yang lain. Artinya, kepemilikan saham Dahlan Iskan di Koran Jawa Pos tidak demikian dominan.
Pengganti posisi Azrul di manajemen Jawa Pos memang belum final karena masih menunggu hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan dilangsungkan di Surabaya pada 24 November mendatang. Hingga saat ini salah satu berita yang berkembang adalah anak Dahlan Iskan tidak lagi memegang kendali di Jawa Pos. Jawa Pos memang tidak bisa lepas dari kepiawaian Dahlan Iskan dalam mengelola dan membesarkan Jawa Pos hingga menjadi salah satu media besar khususnya di Jawa Timur dan kawasan timur Indonesia. Dahlan Iskan adalah figur yang dominan dalam jaringan media Jawa Pos dan kepiawaian Dahlan Iskan dalam mengembangkan industri media di Indonesia sangat diakui secara luas.
Sementara itu, lewat beberapa media seperti Kompas.com disebutkan bahwa Direktur Ciputra Group, Harun Hajadi memberikan klarifikasinya. Menurut Harun, kabar soal pembelian saham Jawa Pos dari tangan mantan menteri BUMN di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu tidak benar. Sejauh ini Ciputra Group tidak melakukan aksi apapun pada Jawa Pos Group.
“Pak Ciputra pribadi atau Ciputra Group tidak membeli saham Pak Dahlan Iskan, sebelumnya atau sekarang,” papar Harun.
Lebih lanjut Harun menjelaskan bahwa salah satu pemegang saham Jawa Pos Group saat ini adalah Yayasan Jaya Raya, yang memilikinya sejak masa awal pendirian grup media tersebut. Yayasan ini memang berafiliasi dengan Ciputra, namun tidak pernah membeli saham Dahlan Iskan.
Selain itu, saat ini Ciputra Group juga tidak memiliki rencana untuk membeli saham Jawa Pos Group. “Belum ada (rencana),” tutup Harun.
![]()
– ShopBack di Suntik 338 Miliar
– Singapore Kembangkan Artificial Intelligence untuk Warganya
– Robot Penembus “Captcha”




























