
|
|
Red-Out Collection ditampilkan dengan warna merah yang merupakan teknologi pelapisan baru yang menggabungkan beberapa partikel ke dalam cat hingga memberikan hasil akhir warna merah matte. Hampir seluruh area jam tangan berwarna merah, termasuk LCD-nya. Sentuhan besi hitam yang menghiasi penutup belakang jam dan penahan tali jam yang juga berwarna hitam membuat warna merah makin menonjol. Red-Out Collection mengusung identitas G-SHOCK yang telah berevolusi selama 35 tahun namun terus mempertahankan ketangguhannya dan akan terus memberikan nilai-nilai baru di tahun yang akan datang.
Bagian belakang penutup Red-Out Collection digrafir dengan logo perayaan 35 tahun G-SHOCK yang dirancang oleh Eric Haze, seorang artis grafis ternama, sedangkan penahan tali jam dihiasi tiga buah bintang di bagian atas dan lima buah bintang di bagian bawah yang melambangkan 35 tahun G-SHOCK. Red-Out Collection dirancang dan diberi warna sesuai dengan konsep merek G-SHOCK yaitu ‘Ketangguhan Tanpa Batas’.
Pada tanggal 6-10 Desember lalu, ‘The Father of G-SHOCK’, Kikuo Ibe, datang ke Indonesia dan sempat bertemu sejumlah awak media. Di hadapan mereka, Kikuo Ibe menceritakan alasannya membuat jam tangguh G-SHOCK dalam bahasa Indonesia. Ia menceritakan bagaimana jam tangan pemberian ayahnya jatuh dan pecah, dan sejak itu ia bercita-cita membuat sebuah jam tangan yang tidak akan rusak walau jatuh dari ketinggian 10 meter sekalipun. Selama dua tahun Ibe membuat berbagai percobaan dengan lebih dari 200 jam tangan, hingga akhirnya pada tahun 1983 ia berhasil membuat prototype jam tangan G-SHOCK yang diberi nama DW-5000C. Model klasik ini masih bertahan hingga hari ini, dan diadopsi oleh berbagai model G-SHOCK, termasuk Red-Out Commemorative Collection, yaitu model DW-5635C.
“Kami cukup bangga melihat bahwa model legendaris G-SHOCK masih dipertahankan, bahkan menjadi salah satu yang paling dicari penggemarnya. Hal ini membuktikan bahwa G-SHOCK tidak perlu mengikuti tren, namun menciptakan tren yang tidak lekang oleh waktu,” ujar Hirokazu Satoh, Chief Representative, Jakarta Representative Office, CASIO Singapore.
Keempat model Red-Out Collection merupakan adaptasi dari model-model sebelumnya. Selain DW-5635C yang mengadaptasi model pertama G-SHOCK, DW-5735C dibuat berdasarkan model DW-5700, salah satu model awal G-SHOCK yang terkenal karena bagian muka yang bulat dengan LCD digital. G-SHOCK DW-6935C dibuat berdasarkan DW-6900, salah satu model yang paling banyak dipakai untuk model kolaborasi. Sedangkan GA-735C yang berukuran yang lebih besar dibuat berdasarkan GA-700 yang kini merupakan salah satu model yang paling digemari di Indonesia.
![]()
– Mengukur Peluang Bisnis Advertising di Papua
– Di Banderol 2,3 juta, Pernod Ricard Boyong Monkey 47 Schwarzwald ke indonesia
– Main Lego Sepuasnya di Ajang Bricklive di PIK Avenue






























