Kalbe Farma Targetkan Penjualan Obat Generik 690 M

0
288

ADVERTISING-INDONESIA.id – PT. Kalbe Farma Tbk, menargetkan penjualan obat generik tumbuh jadi 15% menjadi Rp 690 miliar pada 2018 mendatang, dibandingkan tahun ini sekitar Rp 600 miliar. Terhitung sejak 2014 lalu, penjualan obat generik Kalbe tumbuh 15-20% per tahun, seiring diberlakukannya program pemerintah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“JKN sangat berdampak positif terhadap penjualan obat generik. Saat ini, kontribusinya tembus 15% terhadap total penjualan obat resep Kalbe. Obat bebas (over the counter) mencapai 20% terhadap total penjualan, diikuti obat resep 25%, dan sisanya produk nutrisi.

Melalui PT. Hexpharm Jaya (HJ) yang merupakan anak perusahaan PT. Kalbe Farma Tbk (Kalbe), terus meningkatkan kualitas produksi obat generik. Hexpharm Jaya yang saat ini memiliki bangunan pabrik seluas 19.000 m2 dengan luas tanah sebesar 13,295 m2 ini memiliki kapasitas produksi 300 juta tablet per bulan dan telah mendapatkan sertifikat cara pembuatan obat yang baik dari Badan Pengawas Obat dan makan (BPOM) Republik Indonesia, sehinga diharapkan mampu mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional yang digagas pemerintah dalam penyediaan obat generik berkualitas dengan harga yang terjangkau.

“Hingga 2017 ini, HJ telah meluncurkan 49 merek obat dan 84 stock keeping unit obat generic. Pabrik Hexpharm Jaya merupakan bagian dari komitmen Kalbe berkontribusi aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengadaan obat generik yang berkualitas namun dengan harga terjangkau. Kami berkomitmen untuk mensukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan kebijakan pemerintah dengan memproduksi obat generik berkualitas sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) terkini” ujar Mulia Lie, Presiden Direktur PT Hexpharm Jaya.

“Saat ini lonjakan permintaan obat generik beberapa tahun ke depan ini bukan saja terkait dengan antisipasi penerapan kebijakan pemerintah atas Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), namun kesadaran masyarakat akan obat generik pun juga semakin meningkat. Walaupun obat generik memiliki harga jual yang lebih rendah dibandingkan obat bermerek, produsen obat generik harus tetap memberikan kandungan, efektivitas, keamanan dan kualitas yang setara dengan obat bermerek. Untuk itu Hexpharm Jaya selalu mengikuti standar mutu yang sama mulai dari penelitian dan pengembangan produk, penyediaan bahan baku hingga proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas,” sambung Mulia Lie.

 

Berita terkait:
– Shopee Targetkan Kenaikan diatas 3,5 Kali Lipat dari Kampanye 10.10 Big Mobile Shopping day 2017
– Genjot Kuliner Nusantara, Blue Band Gelar Kompetisi Oleh-oleh ke II
– Lazada Tembus 90 Juta Transaksi Per Hari Jelang Habolnas 2017
– HSBC Gaet WWF Dorong Ekonomi berkelanjutan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here