Kemana Sebenarnya Target Market Saya?

0
1562


ADVERTISING-INDONESIA.id – Beberapa waktu yang lalu saya mempromosikan halaman Facebook melalui Facebook. Saya ikuti langkah-langkah yang diinformasikan hingga akhirnya saya berhasil membayar halaman Facebook saya dengan cara transfer ke Facebook. Brand dan produk saya hanyalah kopi bubuk dan saya menjualnya dengan cara online di Facebook.

Dalam hitungan menit di halaman Facebook saya masuk beberapa “Like”. Tentu saja saya merasa senang karena orang langsung menyukai halaman saya. Seketika saya berpikir bahwa tak lama lagi akan ada orang menelpon lalu memesan produk kopi saya.

Beberapa menit kemudian ada lagi notifikasi “Like” dan begitu terus selama beberapa menit. Hingga akhirnya saya merasa tidak puas, “Bagaimana mungkin produk saya yang masih sekelas UKM” bisa mendapatkan begitu banyak “Like” secepat itu? Hal ini membuat saya membuka profil orang-orang yang menyukai halaman saya. Saya runut, saya detailkan dan saya pelajari ternyata ada hal cukup mengejutkan. Orang-orang yang menyukai saya sebagian adalah anak-anak ABG yang bahkan di foto-foto album di Facebook-nya tidak ada foto mereka seputar kopi. Saya langsung bertanya, apakah mereka ini asli? Apa iya mereka benar-benar menyukai halaman Facebook saya?

Sulit rasanya untuk percaya bahwa yang menyukai halaman saya adalah orang-orang yang benar-benar pecinta kopi. Saya tahu bahwa visual yang saya tayangkan di halaman Facebook saya bukan karya seorang art director dengan copy writer ternama. Materi yang saya buat hanyalah buatan saya sendiri demi bisa meraih pembeli.

Selama beberapa waktu di halaman Facebook saya, masih ada orang yang menekan tombol “Like” halaman Facebook saya. Tapi tetap saja, saya masih belum puas dan belum yakin bahwa mereka adalah orang-orang yang menyukai halaman Facebook saya, atau jangan-jangan mereka bukan peminum kopi?

Hingga akhir masa promosi berakhir, saya hanya “dihibur” oleh banyaknya “Like” di halaman Facebook saya. Terus terang saya tidak berharap akan ada pembeli dari Facebook karena tidak yakin bahwa yang menyukai halaman saya adalah orang yang benar-benar tahu tentang produk kopi saya.

Dalam hati terus bertanya, apakah karena usaha saya masih sekelas UKM sehingga promosi saya terlalu kecil? Apakah karena materi promosi seperti banner yang saya buat tidak kreatif sehingga tidak menarik? Atau yang menyukai halaman saya bukan orang? Lalu siapa sebenarnya mereka? Kemana sebenarnya target market saya?


Berperang Melawan Robot di Media Sosial

Robot Penembus Captcha

Benarkah Artificial Intelligence Menggantikan Manusia?

Singapore Kembangkan Artificial Intelligence untuk Warganya