Turut Budayakan Biji Kopi Lokal
Sebagai coffee shop lokal, MAXX Coffee kini juga menghadirkan tiga biji kopi dari Indonesia yang terdiri dari Java Ciwidey, Aceh Gayo, dan Sumatera Lintong. Ketiga biji kopi ini ditawarkan karena melihat tingginya animo masyarakat pada kopi Indonesia. Seluruh biji kopi tersebut dipilih secara langsung oleh tim MAXX Coffee dari para petani. Hal itu dilakukan untuk memastikan kualitas dari biji kopi tersebut benar-benar berstandar MAXX Coffee.
“Biji kopi tersebut tersedia dalam kemasan 250 gram, dijual dengan harga Rp 69 ribu, dan tersedia di 73 outlet di Indonesia,” ujar Maddy.
Randy menerangkan, bahwa kopi Java Ciwidey pada awalnya ditanam pada abad ke-17 di ketinggian 1500-1600 meter di Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Kopi ini dipetik langsung menggunakan tangan oleh para petani dengan metode handpick selective pick dan diproses melalui metode semi washed yaitu pencucian dan penjemuran secara alami. Biji kopi ini memiliki rasa yang kaya serta aroma yang khas.
“Aroma yang tercium adalah aroma smoky berasal dari kacang-kacangan, wangi bunga, buah, dan sedikit herbal. Sensasi rasa seperti karamel mentega serta manis cokelat akan ditemui di tipe biji kopi ini. Dengan karakter big body, kopi Java Ciwidey terasa menyegarkan dengan rasa akhir yang lembut dan tahan lama,” ucapnya.
Sedangkan untuk biji kopi Aceh Gayo, Randy mengatakan kopi single origin ini ditanam dan tumbuh pada daerah dataran tinggi pegunungan vulkanik Aceh, tepatnya di daerah Gayo, Aceh. Kopi ini dipetik langsung menggunakan tangan oleh para petani dengan metode handpick selective pick dan diproses melalui metode semi washed yaitu pencucian dan penjemuran secara alami. Kondisi alam dari dataran tinggi Gayo memberikan pengaruh besar terhadap kualitas pada aroma dan rasa kopi yang dihasilkan. Kopi Aceh Gayo memiliki aroma khas yang kuat antara perpaduan kesegaran buah pisang dan aroma rempah-rempah.
“Karakteristik lainnya adalah karakter kopinya yang full body dan mempunyai rasa manis seperti rasa vanila atau caramel hazelnut. Perpaduan rasa yang menyenangkan tersebut akan terasa pada after taste-nya,” paparnya.
Sementara Sumatera Lintong adalah kopi Sumatera yang tumbuh dari daerah dataran tinggi Lintongnihuta dekat dengan danau Toba. Kopi ini dipetik langsung menggunakan tangan oleh para petani dengan metode handpick selective pick dan diproses melalui metode fully washed yaitu dengan proses pencucian menggunakan air. Kopi ini memiliki aroma khas kopi Sumatera yaitu earthy (aroma alami kesegaran tanah yang tersiram air hujan), dan juga beberapa aroma lainnya seperti cokelat, buah-buahan tropis, dan rempah-rempah.
“Acidity atau keasaman kopi yang kuat, membuat kesegaran kopi ini tertinggal lama di mulut setelah meminumnya. Taste yang kompleks dari dark chocolate dan juga tembakau semakin menguatkan kopi asal Sumatera ini,” tandas Randy.
![]()
– Kolaborasi Absolut Elix dan Rinaldy A Yunardi Dalam Karya Equilibrium
– Begini Cara Martinez Merebut Pasar Dengan Menggandeng Blogger, Selebgram, hingga Youtubers
– Survey Nielsen Terhadap BrandSerunya Persaingan “Global Brand vs Local Brand”




























