Survey Nielsen Terhadap Brand
Serunya Persaingan “Global Brand vs Local Brand”

0
2388


ADVERTISING-INDONESIA.id – Konsumen di seluruh dunia menunjukkan preferensi yang semakin meningkat untuk merek global daripada produk manufaktur lokal, demikian menurut sebuah studi dari Nielsen, perusahaan manajemen kinerja, baru-baru ini.

Laporan tahunan Nielsen Global Brand-Origin menyoroti preferensi dan sentimen konsumen terhadap produk yang diproduksi oleh produsen lokal versus merek global/multinasional besar di 34 kategori. Sementara temuan survei tersebut menunjukkan pandangan yang relatif seimbang terhadap merek global dan lokal dalam beberapa tahun terakhir, hasil terbaru menunjukkan preferensi konsumen mengarah ke merek global di sebagian besar kategori.

Preferensi untuk merek global terkuat adalah untuk kategori tisu/popok bayi dan makanan bayi/susu formula, dimana masing-masing hanya 7% dan 10% konsumen yang mengatakan bahwa mereka lebih suka membeli merek dari produsen lokal. Kategori lain di mana konsumen menunjukkan preferensi rendah untuk merek lokal termasuk vitamin/suplemen (12% lebih memilih lokal), makanan hewani (12%), produk perawatan wanita (13%), minuman energi/minuman olahraga (14%), dan produk makanan kemasan/kalengan (15%). Sebaliknya, kategori di mana konsumen lebih cenderung memilih produk buatan lokal melalui merek global termasuk produk makanan/minuman berbasis susu (54%), biskuit/keripik/kue kering / kue kering (32%), es krim (31%) dan air mineral/kemasan (30%).

Kategori-kategori yang paling terlihat berubah dalam preferensi dari merek lokal dibandingkan survei sebelumnya yang dilakukan pada tahun 2015 meliputi air mineral/kemasan (turun 22 poin persentase [pps] menjadi 30%), mie instan (turun 21 pps sampai 21%), produk perawatan mulut (turun 15 pps sampai 18%), produk binatu (turun 13 pps sampai 21%), makanan hewan (turun 13 pps sampai 12%), minuman ringan berkarbonasi (turun 12 pps sampai 18%) dan tisu/popok bayi (turun 11 pps sampai 7%). Kategori perawatan rambut (18%), alkohol (16%) dan makanan bayi/formula (10%) semuanya kategori menunjukkan penurunan sampai di angka 10 pp dalam preferensi merek lokal sejak tahun 2015.