Selain itu, menurut perhitungannya penampil yang tak biasa justru akan menarik perhatian banyak penonton.
“Kami kan lihat dari rating dan share. Selain pengumuman pemenangnya yang ditunggu, pemirsa juga menanti siapa yang akan perform dan lagu apa yang akan dibawakan,” tambahnya.
Terkait keberadaan Element dan Base Jam, pihak RCTI dan Yayasan AMI sepakat bahwa bukan nama besar keduanya yang jadi sorotan. Lewat keberadaan dua band lawas tersebut, RCTI dan Yayasan AMI seolah ingin menunjukkan bahwa AMI Awards adalah tempat musisi lintas generasi berkumpul.
“Di sinilah tempat dimana lintas generasi dilakukan. Sebetulnya bukan karena Element atau Base Jam, tapi lebih ke konsep yang kita buat. Ini bukan masalah old comer atau new comer, tapi AMI Awards itu tempatnya musisi muda dan tua berkumpul,” tegas Dini Putri lagi.
Sementara itu Ketua Yayasan AMI awards, Dwiki Dharmawan menambahkan bawa acara penghargaannya ini bermaksud untuk mempersatukan seluruh insan musik Indonesia dari waktu ke waktu.
“AMI makanya selalu mengusung keseimbangan antara era milleanials dan era-era sebelumnya. Ini adalah esensi dari tagline kami #SatuMusikIndonesia. Apalagi menjelang tahun pilpres, situasi politik makin panas. Musik bisa menyatukan kita semua, ” jelas Dwiki.
Malam Puncak AMI Awards 2018 sendiri akan digelar 26 September 2018 di Ecovention, Ancol, Jakarta Utara. Dalam gelaran ke-21 kali ini, 76 piala disiapkan Yayasan AMI untuk 45 kategori dan 3 kategori Best of The Best, serta Legend Awards.





























