
| ADVERTISING-INDONESIA.id – Sukses menggelar kompetisi Blue Band Master Oleh-oleh ke I pada 2016 silam, kini produk margarin dari Unilever Food Solution, Blue Band kembali menggelar event serupa di 2017. |
Managing Director Unilever Food Solution, Thomas Agus Pamudji berharap kompetisi kreasi oleh-oleh khas Nusantara ini digelar untuk kali kedua yang diikuti oleh pelaku usaha food, pastry dan bakery di seluruh pelosok tanah air. Sukses Blue Band Master Oleh-oleh 2016 lalu, kata Thomas, menjadi pemicu pihaknya menggelar event yang sama tahun ini. “Antusiasme masyarakat terhadap Blue Band Master Oleh-oleh 2016 antusiasnya sangat tinggi. Ini mendorong UFS untuk kembali menggelar kompetisi yang sama tahun ini,” sambung Thomas ketika ditemui di restaurant Nusantara, Aston Suites, Setia Budi, Kuningan, Jakarta Selatan.
Dia menyadari bahwa masih banyak potensi kuliner lokal Indonesia yang dapat digali untuk menonjolkan karakteristik masing-masing daerah di Indonesia serta mendorong kemajuan ekonomi lokal daerah. “Itu selaras dengan salah satu komitmen bisnis kami,Unilever Sustainable Living Plan (USLP), yaitu memberikan penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia, dalam hal ini para pelaku industri pastry dan bakery,” ujarnya.
Masih banyak potensi kuliner lokal Indonesia yang dapat digali untuk menonjolkan karakteristik masing-masing daerah di Indonesia serta mendorong kemajuan ekonomi lokal daerah
Kompetisi Blue Band master oleh-oleh juga dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Nantinya hasil sumber daya alam bisa dimanfaatkan menjadi makanan khas masing-masing daerah tersebut dan diolah menjadi makanan yang bisa dijual.
“Kami menyadari masih banyak potensi lokal Indonesia yang dapat digali guna menonjolkan karakteristik masing-masing daerah di Indonesia dan mendorong kemajuan ekonomi lokal daerah,” katanya.
Ditempat yang sama, Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Fadjar Hutomo, mengaku gembira dengan adanya kompetisi dari Unilever. Ia mengatakan subsektor kuliner menjadi salah satu penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar selain fesyen dan kerajinan. Tercatat, industri ekonomi kreatif penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar bagi Indonesia dengan kontribusinya sebesar 41,69 persen.
”Saya sangat mengapresiasi kompetisi ini, ini harus bisa diperbanyak. Saya kira bangsa ini sudah dianugerahi Tuhan dengan sumber bahan pangan yang luar biasa, barang kali sampai kini belum maksimal, masih banyak lagi hal yang harus kita lakukan,” ungkap Fadjar
Untuk bisa mengikuti kompetisi ini, diwajibkan untuk mendaftar di masteroleholeh.com. Salah satu syaratnya, harus warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia. Pendaftaran sudah dibuka sejak 18 September 2017 hingga 10 November 2017 mendatang. Adapun Produk yang dilombakan antara lain cake, cookies, roti dan boolen. Tertarik mengikuti?




























