Lotus Department Store Tutup Menyusul Sevel, Ramayana dan Matahari

0
1871

ADVERTISING-INDONESIA.id – Perusahaan ritel satu per satu terus berguguran. Setelah Sevel, Ramayana dan Matahari Department Store menutup sejumlah gerainya beberapa waktu lalu, kini giliran Lotus Department Store yang berada di kawasan Thamrin, Jakarta, resmi ditutup.

Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari karyawan Lotus, pihak manajemen akan resmi menghentikan operasional toko per 26 Oktober mendatang. Lantaran pendapatan toko terus menurun sehingga mengakibatkan kerugian yang cukup besar.

“Terakhir, 26 Oktober. Katanya sih karena bangkrut, tapi memang sepi sih,” kata salah seorang karyawan.

Selain Lotus Thamrin, manajemen juga menutup dua gerai Lotus lainnya lainnya seperti di Cibubur Plaza dan Grand Galaxy, Bekasi.

Dengan berakhirnya masa operasional seluruh gerai Lotus, maka manajemen akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Iya, kita di PHK. Dapat pesangon. Ya saya jadi harus cari kerja lagi,” lanjut karyawan itu.
Jelang penutupan gerai, Lotus Thamrin sudah membenahi barang-barang yang tersisa. Untuk menghabiskan barang, toko memberikan potongan harga atau diskon hingga 80 persen.

Baca : Kurang dari Sebulan Lagi, Leo Burnett Resmi Memiliki CEO Baru

Sayangnya kendati sudah memberikan potongan harga hingga 80% gerai yang berlokasi di gedung sinema Djakarta Theater XXI itu tetap sepi pengunjung.

Hal ini berbeda dengan kondisi Matahari Department Store yang ada di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai beberapa waktu lalu. Sejak diumumkan akan ditutup dan ada diskon besar untuk sisa barang, masyarakat langsung menyerbu dua toko tersebut.

Sebelumnya, perusahaan ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) yang membawahi Lotus memang telah mengumumkan akan menutup sekitar 100 gerai pada tahun ini, termasuk tiga gerai Lotus yang tersisa.

Hal ini karena gerai tersebut dinilai sudah tak produktif lagi dengan sumbangan pendapatan yang minim, namun beban operasional meningkat. Bahkan, tak hanya Lotus, toko ritel Debenhams juga akan menutup dua gerainya.

Baca : CEO Samsung Electronics Mengundurkan Diri

“Performance yang tidak menguntungkan ditutup saja. Lotus masih ada tiga dan Debenhams dua. Kita review secara komprehensif. Konsultan masih bekerja,” kata Director Corporate Communication MAP Fetty Kwartati beberapa waktu lalu.

Namun, MAP menyebut penutupan gerai Lotus itu tak akan mempengaruhi pendapatan perusahaan. Sebab, di sisi lain, perusahaan akan melakukan ekspansi gerai sebanyak 200 toko sampai akhir tahun ini.

Secara keseluruhan, bisnis food & beverage yang terdiri dari department store, specialty store, dan fesyen memberikan kontribusi sebesar 85 persen. Untuk segmen tersebut. perusahaan akan menargetkan membuka 60 gerai baru, diantaranya Starbucks, Pizza Express, Krispy Kreme, dan Cold Stone.

Sementara itu, untuk fesyen, manajemen bakal menambah gerai dengan brand Inditex yang terdiri dari Zara, Pull & Bear, dan Bershka.

Perusahaan bersikukuh, jika memang gerai-gerai tersebut tak memberikan keuntungan, maka manajemen akan menutupnya. Dengan demikian, fenomena penutupan tiga gerai Lotus ini memang telah direncanakan MAP sejak awal.

“Kami sedang kaji secara komprehensif, konsultan masih kerja,” sambungnya.


– Kurang dari Sebulan Lagi, Leo Burnett Resmi Memiliki CEO Baru
– CEO Samsung Electronics Mengundurkan Diri
– Kontroversi Lokasi Bisa Dipantau via WhatsApp