
|
|
Sangat disayangkan memang karena sejatinya hal ini menjadi catatan penting karena setelah sembilan tahun lamanya Jakcloth selalu berjalan beriringan dengan melibatkan banyak musisi baik dari dalam maupun luar negeri di setiap gelarannya. Sebab Jakcloth adalah sebuah pagelaran yang sudah juga identik dengan semarak panggung musik. Sayangnya kini festival clothing JakCloth itu telah memutuskan di 2018 nanti akan menanggalkan unsur musik dalam setiap gelarannya.
Perhelatan Jakcloth Year End Sale 2017 kali menurut CEO Lian Mipro, Ucok Nasution, akan menjadi yang spesial buat para pengikut setianya. Karena di tahun 2018 mendatang Jakcloth akan melakukan sebuah transformasi pada konsep dan implementasi kegiatannya. Sudah bisa dipastikan akan ada sesuatu yang baru setelah melewati 9 tahun perjalanannya. Dimana perjalanan Jakcloth di tahun-tahun mendatang akan mengurangi konten band ataupun pengisi acara yang udah menjadi trademark-nya. Itu artinya Jakcloth akan dikembalikan dalam sebuah atmosfer bisnis clothing yang kental dan berfokus sebagai pusat kreatif anak muda.
CEO Lian Mipro selaku penyelenggara JakCloth, Ucok Nasution, mengumumkan itu dalam konferensi pers JakCloth Year End Sale (YES) di Jakarta Design Center, Jakarta Selatan, Rabu (29/11).
“2017 Ini adalah akhir panggung musik JakCloth. Tahun depan (2018) konsepnya udah bukan seperti sebelum-sebelumnya. Ini adalah akhir dari panggung musik JakCloth sepanjang 2009-2017,” kata Ucok.
Keputusan itu tak terlepas dari keinginan pihaknya untuk memberikan ruang yang lebih leluasa kepada pemilik clothing brand lokal untuk mengembangkan usaha mereka.
“Para pengisi acara di panggung tidak dipungkiri menjadi daya tarik pengunjung Jakcloth selama 9 tahun belakangan ini. Tetapi Jakloth ingin memberikan ruang lebih kepada pemilik clothing brand dan para pelaku industri kreatif lainnya untuk mengembangkan usahanya,” ujar CEO yang akrab disapa Bang Ucok ini.




























