
Sementara itu Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga mengatakan kalai pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan olahraga yang bisa menghasilkan talenta mida dan berbakat
“Kami mengapresiasi tinggi inisiatif NIVEA MEN dan TopSkor menggelar pertandingan Liga U-16 ini. Sejatinya, tanggung jawab seluruh pihak untuk meningkatkan kualitas generasi muda sepak bola Indonesia. Kompetisi merupakan pembuluh darah dan urat nadi untuk kemajuan TIMNAS Indonesia. Tanpa kompetisi, pesepak bola berbakat akan sulit muncul ke permukaan. Bagi para peserta, kompetisi bukan akhir segalanya. Namun, menjadi pijakan awal agar terus bermimpi menjadi pemain hebat di level nasional maupun internasional,” Jelas Imam Nahrawi.
Danurwindo, Direktur Teknik PSSI menambahkan “Dari awal babak kompetisi kami terus memantau perkembangan skill para peserta, sejauh ini kami melihat banyak talenta muda berbakat dari liga ini. Tidak menutup kemungkinan kami akan menyeleksi beberapa peserta untuk bergabung dalam TIMNAS seperti hasil dari pertandingan NIVEA MEN TopSkor CUP U-16 2017, dimana kami berhasil menyeleksi 3 pemain berbakat menjadi bagian dari TIMNAS.” ungkapnya.
Senada dengan Imam dan Danurwindo, Marketing Director Beiersdorf Indonesia, Tomasz Schwarz, menyebutkan kalau dirinya bangga bisa menjadi bagian dalam kompetisi tersebut.
“Saya senang dan bangga turut andil dalam penyelenggaraan liga sepakbola U-16 pertama di Indonesia ini dan saya akan berusaha membantu para pemain muda berbakat untuk meneruskan karier mereka ke tingkat internation,” kata Tomasz.
![]()
– RTV ‘Makin Cakep’di Hari Jadinya yang ke 4
– KASKUS dan Tantangannya di Tangan Edy Taslim
– Anterin, ‘pemain’ Baru yang Siap Bersaing Dengan GO-JEK dan Grab





























