
Menurutnya, selama kegiatan ini berlangsung, hampir seluruh peserta Kreatifood 2018 telah berhasil memperluas pasarnya di wilayah kota Medan dan sekitarnya.
“Peserta Kreatifood 2018 merupakan pelaku ekonomi kreatif yang ikut dalam kompetisi Food Starup Indonesia yang juga merupakan program Bekraf melalui deputi Akses Permodalan. Kami bantu mereka menemukan pasar termasuk juga mempertemukan mereka dengan para calon investor. Selama ini bisnis kuliner itu hanya booming di awal tapi setelah enam bulan kemudian ternyata sudah tutup,” sambungnya.
Fahmy mencontohkan, salah satu brand peserta Kreatifood 2018 kini telah mengekspor 100 ribu tea bag ke Singapura dan sedang menjajaki ekspor ke Vietnam, Kamboja dan Brazil.
Sementara itu Yustinus Agung selaku Ketua Perkumpulan Food Start-up Indonesia menyebut, kontribusi PDB ekonomi kreatif (ekraf) subsektor kuliner tahun 2016 adalah yang terunggul berdasarkan survei khusus ekraf oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu mencapai 41,4 persen.
Pada tahun 2016, nilai ekspor kuliner mengalami peningkatan sebesar 6,92 persen menjadi 1.206,5 juta dollar Amerika yang sebelumnya 1.179,0 Juta dollar Amerika. “Kegiatan Kreatifood 2018 ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Bekraf bagi subsektor penyumbang PDB ekraf terbesar tersebut,” katanya.





























