
|
|
Iklan ini secara eksekusi mungkin sangat, bahkan sangat sederhana. Di dalam iklan ini hanya menampilkan seorang kakek yang menyilangkan tangan di dada sambil duduk diatas motor BMW. That’s it! Hanya itu saja?
Tapi coba perhatikan headline copy yang ditulis didalamnya. Didalam iklan tersebut terdapat copy: “In 1968, Malcolm Forbes Found an Investment Worth Sitting On” atau jika ditafsirkan dalam bahasa Indonesia berarti: “Malcolm Forbes Menemukan Investasi yang Layak untuk Ia Kendarai.”
Bisa : Strategi Kreatif: Hubungan Antara Iklan, Otak dan Penjualan
Rupanya, sosok yang duduk diatas jok motor BMW tersebut adalah Malcolm Forbes. Ia adalah seorang Forbes. Iya, itulah asal muasal majalah Forbes berasal. Malcolm Forbes meneruskan penerbitan majalah Forbes dari ayahnya, B.C Forbes. Bukan hanya sekadar meneruskan bisnis ayahnya, namun kepribadian Forbes yang menjadi daya tarik Amerika saat itu.
Iklan ini menjadi referensi yang berharga di era digital saat ini, tentang bagaimana sebuah iklan bercerita (story telling) bisa diwujudkan dan kekuatannya terletak pada copy base.
Forbes dikenal punya gaya yang stylish dengan pertemanan yang eksklusif dikalangan jet set. Forbes dikenal dekat dengan Elizabeth Taylor, Barbara Walters & Henry Kissinger dimana rekanan Forbes popular bak mega bintang di era 60-an. Gaya hidup Forbes juga luar biasa. Pada saat itu, selain menjadi penerbit majalah, Forbes juga seorang pengusaha di Amerika Serikat dan juga aktif sebagai anggota dari partai Republik.
Kepribadian Forbes yang flamboyan sudah menjadi sebuah kisah tersendiri. Nilai tersebut yang kemudian membuat BMW menjadikannya sebagai bintang iklan motornya. Dalam iklan tersebut, Forbes tinggal duduk diatas motor BMW dengan latar belakang rerumputan dan taman.
Iklan ini mendapatkan SILVER AWARD dari THE 64TH NEW YORK ART DIRECTORS CLUB JAPAN ANNUAL TRAVEL SHOW (1985). Iklan adalah karya dari Art Director & Designer: Jerry Whitley, Photographer: Leon Kuzmanoff, Writer: Joe O’Neill dimana mereka bernaung di sebuah agency yaitu Ammirati & Puris, Inc., New York, NY.
Bisa : Creative Thought: Hasil Karya Kreatif Insan Periklanan Bukan Komoditi
Iklan ini menjadi referensi yang berharga di era digital saat ini, tentang bagaimana sebuah iklan bercerita (story telling) bisa diwujudkan dan kekuatannya terletak pada copy base. Apalagi dengan brand ambassador yang popular dan berasosiasi dengan brand dan produk. Jika kekuatan copy base sudah menjadi sebuah “magnetudo”, maka jika ditayangkan di media manapun tentu dapat membangun interaksi yang kuat. Baik itu interaksi secara pemikiran-memori, bahkan hingga berujung pada tindakan target audiens seperti halnya ketika orang meng-klik iklan tersebut jika ditayangkan di sebuah website.
![]()
– Media Planning/Online: Proses Dasar Terbentuknya Pengukuran Media Online
– Strategi Kreatif: Hubungan Antara Iklan, Otak dan Penjualan
– Creative Thought: Hasil Karya Kreatif Insan Periklanan Bukan Komoditi
– Masyarakat Indonesia Semakin Rasional




























