Dimensi Etik Iklan

0
2080

Aryanto Zainal, CEO MACS909 mengatakan bahwa kepatuhan terhadap etika periklanan pada dasarnya merupakan tanggungjawab bersama dan menuntut kedewasaan berpikir setiap praktisi periklanan. Teguran-teguran yang pernah disampaikan kepada sejumlah biro iklan yang dinilai melangar etika periklanan khususnya dalam hal materi iklan seringkali tidak cukup menyadarkan para praktisinya.

Industri periklanan akhirnya terjebak pada pemenuhan keinginan pribadi yang bersifat self-interest, kemudian mengandalkan rasionalitas individu, dan memaksakan persaingan bebas.

Narga Habib, praktisi periklanan yang juga CEO Cabe Rawit Group, secara terpisah mengatakan bahwa etika periklanan yang disusun Dewan Etik Periklanan Indonesia tidak saja mengatur soal isi materi iklan namun juga mengatur tata cara persaingan bisnis periklanan.

Advertising atau industri periklanan pada dasarnya secara historis beroperasi atas dasar pemikiran esensial klasik yang mengarah kepada etik bebas (Rotzol dan Haefner, Advertising in Contemporary Society). Pada perjalanannya pemikiran ini menimbulkan konflik dan ambigu. Industri periklanan akhirnya terjebak pada pemenuhan keinginan pribadi yang bersifat self-interest, kemudian mengandalkan rasionalitas individu, dan memaksakan persaingan bebas.