Dimensi Etik Iklan

0
2080

Dalam situasi demikian, industri periklanan akhirnya menciptakan polarisasi pemikiran dan pendapat tentang hasil karya periklanan yang dianggap baik dan memberi manfaat terhadap masyarakat luas. Bahkan, apakah industri ini masih berjalan dalam koridor aturan dan peraturan yang berlaku seringkali menjadi tidak jelas. Akibatnya seringkali satu pihak merasa bahwa hasil karya pihak lain tidak memenuhi standar etik sekalipun premis yang digunakan sangat subjektif.

Akibatnya seringkali satu pihak merasa bahwa hasil karya pihak lain tidak memenuhi standar etik sekalipun premis yang digunakan sangat subjektif.

Pesan iklan secara fundamental diakui sangat bias. Pesan iklan dikenal sangat kuat secara konsep dan seringkali lebih mengedepankan atau mengutamakan pesan-pesan yang lebih menguntungkan secara bisnis. Pesan-pesan yang dianggap memenuhi selera pasar atau pembeli potensial, bahkan sekalipun kurang mendidik tetap dianggap pas sebagai pesan yang mewakili kepentingan perusahaan.

Common Critics:

Kritikan terhadap sejumlah hasil karya iklan yang dinilai melanggar etika pada umumnya berkaitan dengan berbagai unsur pokok materi iklan seperti:

  • Tokoh iklan yang digunakan seringkali dipaksakan
  • Produk atau kategori dianggap kurang pantas beriklan
  • Isi pesan yang disampaikan, simbol dan tone kreatif seringkali berlebihan
  • Penempatan iklan di sejumlah media massa termasuk salah satunya penempatan iklan pada program yang audiensnya tidak sesuai dengan produk iklan,
  • Kurangnya tanggungjawab iklan terhadap masyarakat termasuk salah satunya iklan yang dianggap mendorong minat belanja yang berlebih-lebihan.

 

Artikel terkait: 3 Aspek Yang Berpengaruh Kuat
Cukup Warna Saja Yang Bicara
Cikal Bakal “Vertical Food Photography”
Hubungan Visual Dengan Efektifitas Iklan