
Paduan Periklanan dan Pemasaran
Untuk itu, hal pertama yang harus dikuasai oleh seorang AE adalah ilmu komunikasi. Mengapa ilmu komunikasi menjadi main skill seorang AE? Itu karena AE harus memahami pola kerja perusahaan tempat ia bekerja. Menjadi seorang AE media ataupun advertising agency harus memahami SMCR (Source-Message-Channel-Receiver). Untuk memahami teori SMCR ini dibutuhkan proses belajar sehingga setiap penjelasan yang diberikan kepada clients bisa berlangsung secara komprehensif. Hal kedua yang harus dipelajari oleh seorang AE adalah memahami ilmu pemasaran (marketing). Seorang Account Executive maupun Account Director, dituntut untuk memahami ilmu komunikasi dan pemasaran. Ilmu komunikasi pemasaran itu baru sebagian kecil dari konsep 4P (Product-Price-Place-Promotion) dimana periklanan masuk ke dalam tahap promotion.
Seorang AE harus mampu mengomunikasikan ke clients bahwa hasil komunikasi maupun pesan komunikasi hanyalah sebagian dari sebuah perjalanan panjang penjualan. Dr. Priza Audermando Purba, Msi menyoroti bahwa penjualan tidak serta merta dampak dari komunikasi, baik itu melalui media ataupun advertising agency. Jadi meskipun sebuah brand sudah dikomunikasikan, bukan berarti konsumen langsung membeli. Bisa jadi karena faktor distribusi yang belum merata. Atau bahkan, harganya yang tidak kompetitif? Jadi sebenarnya masih banyak faktor yang membuat sebuah produk laku di pasaran dan komunikasi itu adalah sebagian dari upaya pemasaran.
Pentingnya Mengolah Data
Selain kedua faktor yaitu ilmu komunikasi dan pemasaran, masih ada lagi yang harus dikuasai oleh seorang AE yaitu data. Data seperti TV Program Rating maupun Rate Card bukan sekadar data yang kemudian diberikan begitu saja kepada client. Tapi data tersebut perlu dipelajari, diolah dan diinterpretasikan secara mendalam. Berbeda dengan keahlian public speaking ataupun interpersonal skill yang bisa dipelajari dari sekolah formal, keahlian mempelajari dan mengolah data membutuhkan keahlian khusus dalam memahami dasar-dasar sebuah data. Untuk bisa memahami data memang membutuhkan training, baik yang diadakan secara internal perusahaan maupun training yang dilakukan oleh para ahli di bidang media dan Account Management.
Serupa seperti yang diungkapkan oleh Hellen Katherina, Executive Director Media Nielsen dimana saat ini masih ada AE Media yang belum maksimal menginterpretasikan data-data media. Padahal kemampuan mengolah dan menginterpretasikan data adalah modal awal sebelum data tersebut dipresentasikan ke advertiser ataupun principal sehingga tidak terjadi kegamangan relevansi data dengan program media ataupun kreatif iklan.




























