Starbucks PINKVOICE
Berani Suarakan Lirih Hati Wanita

0
2489

ADVERTISING-INDONESIA.id – Starbucks Indonesia baru saja meluncurkan kampanye terbaru yaitu PINKVOICE Let’s Raise Your Voice. Inilah kampanye yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran wanita terhadap kanker payudara di Indonesia.

Kampanye PINKVOICE Let’s Raise Your Voice dimulai dari penayangan TV Content di Channel Youtube dengan bintang Chelsea Islan. Chelsea sebagai wanita muda mengajak wanita Indonesia untuk berani membicarakan seputar kanker payudara. Dalam TV Content tersebut juga mengangkat testimoni dari penyintas (survivor) yang selamat dari kanker payudara. Sebagian besar dari wanita penyintas yang memberi testimoni tersebut berusia 45 – 50 tahun. Mereka juga mengajak wanita Indonesia untuk mewaspadai kanker payudara sejak dini dimana itu berarti mewaspadai kanker payudara sejak seusia Chelsea yaitu usia 20-an. Hal ini sangat masuk akal karena secara empiris pertumbuhan sel tumor berubah menjadi kanker rata-rata tumbuh selama 20 tahun.

Starbucks Indonesia mampu mengangkat suara wanita paruh baya yang khawatir, bahkan masih menganggap tabu jika berbicara tentang kanker payudara, untuk berani bersuara dan mulai bicara tentang bahaya kanker payudara. Starbucks berhasil mengambil insight dari kekhawatiran tersebut dengan mengangkat spirit dan popularitas Chelsea Islan sebagai aktris muda bertalenta demi masa depan yang sehat.

Starbucks juga dengan merelevansikan kampanye ini dengan berbagai produk yang dimilikinya yaitu Starbucks Pink Drinks. Dimana dari setiap pembelian seri Starbucks Pink Drinks, 10% dari hasil penjualannya didonasikan untuk gerakan Love Pink. Kampanye ini dilakukan disaat momentum Hari Kanker Payudara Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Oktober ini.

Starbucks Indonesia on Youtube Channel:

https://www.youtube.com/channel/UCgf_0QZuvtjOakskzX6Fehg

 

Berita terkait:
– Kompas Gramedia Luncurkan Portal Situs Otomotif Terbaru
– Seni Mengelola Orang Kreatif dan Kreatifitas
– Berpikir Kreatif Melampaui Masa Kini
– Transformasi Media Bukan Sekedar Menambah Platform