
Di episode 3, storyline yang diangkat adalah konflik antara pria dan wanita. Sang pria nampak cemburu dan enggan untuk bertegur sapa dengan sang perempuan. Di episode ini muncul copy yang menuliskan “Berasa Jauh”. Hal itu adalah refleksi dari kisah yang diangkat dalam episode ini. Kecemburuan, ego dan prasangka masuk kedalam alur cerita ini. Namun pada end shot, muncul supers dengan copy #berasabeneran menghapus copy “Berasa Jauh”.

Di episode 4 menampilkan storyline sang perempuan yang mencari sang pria. Dengan menggunakan setting di resto, nampak sang wanita merindukan sang pria melalui makanan yang pernah dibuat. Dalam episode ini muncul lagi katalog yang berjudul “Thinnest Ever“. Kemunculan ini seolah menandakan bahwa sang pria ada di resto tersebut. Di episode ini memiliki copy base yang lebih kuat yaitu menampilkan copy “Berasa Rindu”.
Video content Youtube milik Durex ini mengkomunikasikan bahwa ruang hampa yang terjadi pada pasangan bisa dieratkan oleh produk Durex iNViSiBLE. Video Content ini mengangkat insight bahwa bercinta dengan orang terkasih menuntut kualitas kondom yang lebih tipis namun berkualitas. Selain itu, rasa berdekatan, rasa berpacaran, rasa berjauhan dan rasa rindu dapat terbalaskan dengan rasa cinta yang tulus.
Konteks komunikasi produk kondom selalu “tricky” atau kata lain “gampang-gampang susah” untuk di eksekusi. Ibarat jika di esksekusi terlalu vulgar salah, terlalu sopan juga sulit dicerna audiens. Tapi untuk area vulgar atau sopan, biarkan audiens yang menilai.
Sayangnya, episode yang dibuat untuk episode ini terlalu banyak yaitu hingga 4 episode. Untuk memahami pesan dari video ini, idealnya audiens menonton keseluruhan episode agar pesan yang disampaikan diterima dengan sempurna. Secara eksekusi video ini cukup baik. Dan yang menarik dalam video ini adalah kualitas penata musik (music scoring) dan art yang begitu pas memadukan warna dan emosi menjadi satu kesatuan di setiap episode yang diproduksi.
Durex Indonesia on Youtube Channel:




























