
|
|
Marketing and After Sales Service Director HPM, Jonfis Fandy, mengatakan untuk Indonesia sedikitnya lebih dari 2.500 unit unit Accord yang dicurigai memiliki masalah tersebut.
“Unit yang teridentifikasi dalam program ini adalah sebanyak 2.522 unit di Indonesia,” kata Jonfis dalam keterangannya.
Ia mengungkapkan program recall ini dilakukan secara global untuk memastikan standar keselamatan dan kualitas produk Honda. Disamping, sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan kerusakan akibat hubungan arus pendek yang terjadi pada sensor di bagian dalam baterai yang bisa memicu kebakaran.
“Program ini bagian dari evaluasi berkesinambungan yang kami lakukan terhadap seluruh produk. Untuk teknis pelaksanaan dan kelancaran proses perbaikan, konsumen dapat menghubungi atau datang ke bengkel resmi Honda terdekat. Menurut Jonfis, persoalan terkait recall selalu menjadi perhatian serius bagi Honda. Sebab, masalah ini terkait erat dengan keamanan dan kepuasan konsumen,” ujarnya.
Pemilik Accord yang teridentifikasi ada masalah pada komponen baterai bisa melakukan penggantian tanpa dipungut biaya. Bukan cuma Honda Accord, Honda BR-V juga ternyata kena recall untuk komponen master brake nya, hanya saja untuk Honda BR-V belum terlihat pasti berapa banyak yang terkena dampak dari recall tersebut.
Kampanye pemeriksaan komponen ini mulai dilaksanakan pada 30 November 2017 di seluruh diler resmi Honda di Indonesia. Proses pergantian akan berlangsung selama 30 menit dan programnya sendiri hingga enam bulan kedepan.
![]()
– Rush 2018 Meluncur, Toyota Salip Xpander?
– Xiaomi Mi 7, Rilis Maret 2018





























