Facebook Kembali ke “Akarnya”

0
1475


ADVERTISING-INDONESIA.id – Dalam beberapa tahun terakhir, demokrasi diguncang bukan oleh ideologi komunisme tapi oleh pengguna Facebook. Sepanjang pemilihan presiden Amerika termasuk Indonesia, Facebook banyak berisi berita Hoax yang disebarkan oleh pengguna Facebook yang tidak bertanggungjawab.

Idealisme Mark Zuckerberg dalam membuat Facebook dari awal adalah menghubungkan teman dan keluarga. Itu saja. Namun seiring perjalanan waktu Facebook berkembang ke dunia bisnis hingga politik sehingga bukan lagi berdasarkan gerakan sosial saja. Namun sejak itulah turbulensi terus berputar semakin kencang, terutama yang berhubungan dengan dunia politik.

Protes demi protes terus menghampiri Mark karena Facebook digunakan sebagai ajang untuk menyebarkan hoax. Hal ini yang akhirnya membuat gusar Facebook hingga kemudian memunculkan filterisasi yang lebih ketat dari Facebook terutama dalam hal posting berita terkait. Semua itu dilakukan oleh Facebook demi menjaga kembali fungsi utama dari Facebook sebagai media sosial. “Hal ini menyebabkan jejaring sosial Facebook seolah melupakan tujuan intinya membawa pengguna untuk lebih dekat dengan orang-orang yang berarti dalam hidup mereka,” ungkap Mark dilansir dari Daily Mirrorr.

Bagi Facebook ataupun media sosial lainnya, perkembangan era digital sulit untuk dibendung. Media sosial kini bagaikan “bahan pokok” sehingga apa saja yang disajikan ditelan oleh penggunanya. Permasalahannya adalah, apakah pengguna sosial media akan menelan mentah-mentah info yang ada di media sosial? Atau akan diolah terlebih dahulu? Namun apa yang dilakukan Facebook saat ini patut diapresiasi karena sudah berupaya untuk mengembalikan Facebook ke fungsinya yang lebih bermanfaat sehingga membuat dunia media sosial lebih teduh.

 


– Perusahaan IT Tiongkok Mendobrak Dunia
– Selamat Jalan RollingStone Indonesia
– Celine Dion Akan Konser di Jakarta Catat Tanggal Mainnya