Pasaraya Gelar Tribute to Batik Indonesia Bertajuk The Art of Rembang

0
4253

Dia mendorong agar pengrajin batik saat ini menyasar pasar anak muda sebagai konsumen yang potensial untuk bisnis batik ini. Oleh sebab itu, pengrajin harus mengikuti perkembangan zaman dan sekreatif mungkin untuk meraih konsumen dari kaum milenial.

“Pasaraya terus tumbuh mengikuti permintaan pasar dimana saat ini kaum muda milenial kreatif menjadi sasaran utama kami,” kata Medina.

Demi menjangkau kaum milenial pula, selama pameran juga akan menggelar berbagai kegiatan menarik. Sebut saja, Lomba Menggambar dan Mewarnai Batik (13/10), Kompetisi Tari Modern-Kostum Batik (20/10), Lomba Menyanyi Lagu Daerah-Kostum Batik (27/10). Tidak ketinggalan aneka topik seputar batik akan dibahas dalam  workshop, talkshow, dan fashion show.

Kian bergairahnya pasar batik di dunia internasional juga diamini oleh Chintami Atmanegara  sebagai artis senior, yang kini menekuni profesi sebagai desainer,.

“Batik Lasem sebagai salah satu corak batik nusantara memiliki ciri khas yang unik yakni motifnya sangat klasik, lebih detail dan masih dikerjakan secara tradisional,” kata Chintami yang mengaku bangga akan batik sebagai karya dan budaya Indonesia yang sudah diakui di dunia.

 


– GTV Siap Tayangkan Mega Reality Show ‘Penghuni Rumah Terakhir’ Berhadiah 2 Miliar
– Pengguna Aktif Mobile Legends Indonesia Capai 70 Juta per Bulan
– Kolaborasi UBS Dengan Disney Indonesia Rilis Koleksi Perhiasan Dengan Karakter Mickeymouse