Senjakala Agen Koran Ibukota

0
2325
Muhammad Muslih, 25 tahun bekerja sebagai penjual koran, kondisi bisnis koran (majalah) yang lesu membuat dia berpikir keras untuk bagaimana caranya bertahan hidup.


ADVERTISING-INDONESIA.id – Apalagi yang bisa mereka perbuat? Segala macam upaya agar bisa bertahan hidup sebagai agen koran. Dulu, Viktor Agency memiliki 4 kios hanya untuk gudang menyimpan media cetak mulai dari koran, majalah dan tabloid. Kini, agen terbesar tersebut tinggal memiliki 1 kios untuk menyimpan koran. Bahkan tidak sedikit barang retour tersebut tidak diambil lagi penerbit. Malah didiamkan tergeletak di agen seolah tak lagi bertuan…

Viktor Agency adalah salah satu agen koran terbesar di Jakarta. Lokasinya berada di Jl. Wahidin II yang berdekatan dengan SMU Boedi Oetomo, Jakarta Pusat. Agen ini dulu menjadi titik tersibuk di Jakarta di pagi hari dimana puluhan pengecer koran datang mengambil koran, majalah dan tabloid untuk mereka jual kembali di perumahan atau di pinggir jalan. Belasan truk datang hilir mudik sejak tengah malam hingga subuh hari mengirim koran, majalah dan tabloid dari percetakan ke Viktor Agency.

Dari bisnis agen media cetak ini, Viktor Agency bisa membeli beberapa mobil operasional untuk mensuplai sub-agen yang berada di daerah Jakarta dan sekitarnya. Tapi, sekali lagi, itu zaman dulu yang jauh berbeda dibandingkan sekarang. Sekarang, Viktor Agency hanya memiliki 1 kios sebagai satu-satunya gudang untuk menyimpan media cetak. Padahal Viktor Agency sudah menjadi agen koran lebih dari 20 tahun.

Sodikin, 20 tahun menjadi tukang koran dan kini ia berjualan koran dengan menggunakan sepeda di daerah Lapangan Banteng dan Monas dan sekitarnya.

“Sekarang kami hanya berharap dari orang yang berlangganan media,” ungkap Muhammad Muslih salah seorang agen koran yang sudah 25 tahun menggeluti profesi agen koran. Berbeda lagi kisah Sodikin yang telah 20 tahun berjualan koran dimana dulu ia mampu membeli rumah dari hasil jualan koran. Kini, jangankan membeli rumah, mendapatkan penghasilan 40 ribu/hari saja sulit bagi Sodikin.