
|
|
Dalam hitungan menit, semua orang kreatif, tim account hingga keuangan diundang untuk mempersiapkan hal ini di ruang meeting utama. Tim kreatif mencari ide berdasarkan fakta-fakta di lapangan untuk dibuatkan kreatif baru, account management mempersiapkan proposal untuk menjelaskan strategi dan orang keuangan mengatur cash flow seberapa besar profit margin yang bisa dihasilkan dan terakhir account director menelpon sub-contractor untuk meminta harga produksi cetak.
Belum sampai hari-H untuk memasukan dokumen dan konsep kreatif, tiba-tiba client menelpon dan mengatakan bahwa kali ini sub-contractor yang menangani percetakan juga diundang dalam pitching. Wait, what?! Tentu saja kami mencari alasan mengapa sub-contractor kami ikut diundang? Client bilang itu inisiatif dan kreatifitas mereka.
Sejak itu secara mental tim kreatif langsung drop. Itu karena membayangkan bahwa rasanya sulit untuk bisa memenangkan pitching karena pitching ini masuk ke bagian Procurement dimana harga murah adalah raja. Apalagi item harga penawaran terbesar untuk pitching ini adalah harga produksi dimana bisa mencapai 60% dari total harga penawaran. Satu-satunya peluang yang kami punya adalah kreatifitas. Sejak detik itu kami sudah tidak memikirkan harga tapi fokus kepada kreatifitas.
Tibalah saat pitching dimana kami akhirnya berhadapan dengan sub-contractor kami pada saat technical briefing dengan client. Hingga beberapa hari berlalu dan tibalah saatnya pengumuman. Yah, seperti yang kami duga… Masuk ke procurement dengan harga yang jauh diatas sub-contractor maka otomatis kami kalah. Diantara perjalanan selama 14 hari proses pitching itu yang masih terngiang adalah kata “kreatifitas” yang dilakukan sub-contractor adalah memasukan harga yang murah. Pertanyaannya adalah: Apakah harga murah termasuk hasil kreatifitas? Dan hal itu dipercaya oleh client?
![]()
– Advertising & Digital; Agar Kreatifitas Tidak Ditawar Murah oleh Client
– Tren Podcast Mulai Tumbuh: Sosmed Bisa Ditinggalkan dan Era “Suara” Akan Hadir
– 11 Penderitaan ‘Orang Ahensi’
– Mari Berpikir Skematik




























