Kalbe Resmikan Laboratorum Klinik Rp100 Miliar

0
1839


ADVERTISING-INDONESIA.id – PT Kalbe Farma Tbk melalui anak perusahaannya, PT. Innolab Sains Internasional (PT ISI) meresmikan laboratorium klinik Kalgen Innolab senilai Rp100 miliar di Kawasan Sunter, Jakarta Utara, Kamis (18/1/). PT ISI merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara PT Kalbio Global Medika dengan Hoken Kagaku Kenkyujo (HKK) dan Toyota Tshusho Corporation (TTC).

Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius mengatakan kehadiran laboratorum klinik pertama ini merupakan upaya Kalbe dalam mewujudkan fasilitas sarana pelayanan kesehatan selain produk obat-obatan.

“Ini merupakan peruwujudan visi misi Kalbe. Kalbe sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan mencoba untuk tidak hanya menyiapkan produk-produk berkualitas, tapi kita juga ingin memperluas layanan laboratorium klinik,” kata Vidjongtius dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/1).

Vidjongtius juga menyebutkan, pihaknya akan kembali meluncurkan produk generic dan generik dengan brand baru kisaran 5-10 jenis pada 2018. Perseroan juga berencana meluncurkan 1-2 produk lisensi maupun 1-2 produk baru untuk segmen nutrisi atau barang konsumsi.

“Kami juga akan menyelesaikan pembangunan pabrik injeksi, memulai konstruksi untuk pabrik obat bebas berupa tablet maupun pabrik obat yang berbentuk serbuk. Untuk beberapa ekspansi yang akan perseroan jalankan, mayoritas anggaran capex akan bersumber dari kas internal,” ujar Vidjongtius di Jakarta, Kamis (18/1).

Menilik laporan keuangan Kalbe Farma, sampai kuartal III-2017, perseroan masih memiliki total kas dan setara kas sebesar Rp 2,73 triliun. “Kami akan mengutamaan pendanaan dari kas internal, tapi bisa juga mencampurnya sebagian dengan pinjaman bank,” ucap Vidjongtius. Dia mengakui, tahun lalu, realisasi penyerapan capex berkisar Rp 1 triliun atau di bawah anggaran yang sebesar Rp 1,2 triliun. Pada 2017, Kalbe Farma meluncurkan sejumlah produk baru, memproses kelanjutan pembangunan pabrik biocimilar, dan pabrik injeksi.

“Mengenai pabrik biocimilar, saat ini sudah dalam tahap standarisasi sehingga mungkin dapat beroperasional pada kuartal III atau IV-2018. Sedangkan untuk dua pabrik yang baru mulai kontruksi tahun ini, berpotensi dapat beroperasional kisaran dua tahun mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, President & CEO HKK Yoshizoh Kugawa mengatakan Indonesia memiliki populasi yang sangat besar dan juga telah menjalankan asuransi kesehatan nasional dalam hal ini BPJS serta harga pemeriksaan yang cukup mahal membuat pihaknya memutuskan mengambil peluang kerja sama ini. Untuk itu, ia sangat berharap kerja sama dengan Kalbe dan TTC ini bisa terus maju dan berkembang ke depannya.

“Kami memilih kerja sama dengan Kalbe karena Kalbe memiliki jaringan yang sangat luas di seluruh Indonesia. Selain itu, adanya anak perusahaan Kalbe yang bergerak di bidang laboratorium klinik membuat kesimpulan bahwa Kalbe merupakan partner yang sangat tepat buat kami,” kata Yoshizoh Kugawa.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan akan pengobatan yang tepat guna terus meningkat seiring dengan semakin kompleksnya masalah kesehatan dan penyakit. Sayangnya, banyak pemeriksaan yang harus dilakukan di luar negeri karena keterbatasan alat dan kompetensi sumber daya manusia.

“Kerja sama dengan mitra asing yang berpengalaman akan memberikan jaminan hadirnya layanan laboratorium berstandar tinggi sesuai dengan standar Jepang,” ujarnya.


– Google Kucurkan Dana Segar Rp16 Triliun untuk Gojek
– Kekuatan Abadi Media-Media Konvensional
– Mitsubishi Luncurkan Pajero Sport Baru Rasa Lokal
– Samsung A8 dan A8+ Siap Dipasarkan di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya