
Tahukah anda, bahwa pada tahun 1885, Thomas Smith menuliskan sebuah ekspresi yang sangat klasik berkaitan dengan teori tentang repetisi iklan dalam sebuah tulisannya yang berjudul “Hints to Intending Advertising” yang hingga kini masih dianggap sebagai representasi perdebatan tentang di balik konstruksi skedul penayangan iklan:
- Pada saat seseorang pertama kali ‘melihat’ iklan, ia sebetulnya ‘belum’ melihatnya.
- Pada saat melihatnya untuk kedua kali, ia belum menyadarinya.
- Pada saat melihat untuk ketiga kalinya, ia sadar akan eksistensi iklan.
- Keempat kalinya, ia merasa baru saja melihat iklan itu sebelumnya.
- Kelima kalinya, ia mulai tergerak membacanya
- Keenam kali melihat iklan, ia mulai ‘mengendusnya’.
- Ketujuh kalinya, ia membacanya tapi berseru, “ah..ini mengganggu!”
- Kedelapan kalinya iklan muncul, ia mulai merasa kok ini berulang-ulang.
- Kesembilan kali ia melihat, ia merasa jumlahnya sudah cukup
- Kesepuluh kali ia melihat, ia mulai berpikir untuk bertanya ke tetangga apakah mereka sudah mencobanya
- Kesebelas kali ia melihat, ia merasa betapa pengiklan sangat gigih melakukannya
- Keduabelas kali ia melihat, ia mulai berpikir jangan-jangan barang ini bernilai
- Ketigabelas kali ia melihat, ia mulai percaya bahwa benda ini pasti sesuatu yang berharga
- Keempatbelas kali ia melihat, ia mulai sadar bahwa benda ini adalah sesuatu yang dia perlukan dan inginkan sejak lama
- Kelimabelas kali ia melihat, ia sadar bahwa ia tidak mampu membelinya
- Keenambelas kali ia melihat, ia berpikir bahwa suatu saat ia akan membelinya
- Ketujuhbelas kalinya, ia membuat catatan khusus tentang rencananya terhadap benda tersebut
- Kedelapan belas kalinya, ia yakin bahwa uangnya sudah cukup
- Kesembilan kalinya, ia mulai menghitung uangnya dengan hati-hati
- Keduapuluh kali ia melihat, ia membelinya.
Di era digital dimana iklan begitu interaktif, bagaimana kira-kira media planner membangun skedul penayangan iklan?
![]()
– Pulang ke Indonesia Ini yang di Lakukan Tantowi Yahya
– Mengapa Gojek Mengincar Bisnis di Papua?
– 34 Peserta Miss Indonesia 2018, Siap Berebut Tiket ke Miss World





























