Wawancara Eksklusif Dengan Bimo Setiawan, Founder Brand Media Id: Otoritas Dan Pengalaman

0
900
Bimo Setiawan, Founder & President Director Brand Media id
ADVERTISING-INDONESIA.id – Memasuki era digitalisasi seperti saat ini tentunya menyediakan banyak peluang bisnis yang bisa dijalankan hanya dengan melalui sambungan internet. Peluang tersebut disambut baik sebuah perusahaan berbasis content marketing, kreatifitas dan operational digital channels dibawah payung Brand Media Indonesia (BMI). Tidak main-main 3 punggawanya pun adalah orang yang sudah malang melintang di dunia media khususnya Kelompok Kompas Gramedia seperti, Bimo Setiawan, Agung Adiprasetyo dan Edi Taslim.

Di jaman sekarang ini betul hampir semua orang sudah bisa membuat web. Tapi tidak banyak orang yang bisa memelihara webnya sekaligus memberikan konten yang baik didalamnya. Untuk itulah Brand Media Indonesia (BMI) hadir sebagai penyedia jasa media builder spesialis. Yang dimulai dari planning, ideation, sebagai conten management, media managemet sampai kepada penggunaan teknologinya.

Berikut adalah petikan wawancara advertising-indinesia.id yang diwakili oleh Editor in Chief, Indra Jaya Sihombing dan Senior Jurnalis Gilbert Silaen bersama salah satu Founder dari Brand Media Indonesia, Bimo Setiawan, Senin (13/9) siang di AppleBezz, Plaza Senayan, Jakarta Selatan.

HADIR SEBAGAI MEDIA BUILDER SPESIALIS

 Q: Apa sebenarnya Brand Media Indonesia?

A: Brand Media Indonesia itu dalam percakapan sehari-hari sering kita sebut brand media id, karena sering banyak orang menganggap kami ini bagiannya Media Indonesia. Kami hadir sebagai media builder spesialis. Kami membantu klien kami (orang-orang) yang ingin memiliki their owned media (media yang sering juga disebut sebagai branded website atau media yang sepenuhnya dikelola oleh pemilik brand-red). Kita melihat bahwa di jaman digital seperti sekarang ini membuat banyak orang bisa membuat media dengan mudahnya. Karena secara teknologi semuanya sudah terfasilitasi. Jadi nggak heran kalau semua orang sekarang merasa sebagai pemilik media. Persoalannya adalah bukan membuat medianya yang susah tetapi sustainabilitynya. Pengalaman kita melihat banyak yang bisa membuat situs tetapi habis itu selesai begitu saja, jadi nggak ada yang longterm. Dengan adanya Brand Media id ini, kita menawarkan secara konsultatif atau membantu klien dalam membuat media berikut dengan kontennya, teknologinya juga penting, bagaimana mengatur teknologinya supaya efisiensi wisenya dapat, artinya yang benar dan tepat guna. Kemudian yang paling penting adalah media manajemennya, itu yang jadi fokus kita untuk bagaimana bisa membangun their owned media yang sesuai dengan keinginan klien. Sekarang BMI sudah membangun web, portal channel, serial televisi. Tapi semua itu kita batasi dengan memulainya dari membangun digital base kemudian akan melahirkan ideation untuk dikembangkan dengan media lainnya.

Q: Kenapa disebut brand media?

A: Karena menggabungkan antara brand dan media, sesederhana itu. Brand yang dikomunikasikan melalui owned media.

Q: Apa alasan lainnya sehingga terpikir mendirikan BMI?

A: Sebetulnya ada demand-nya. Pada suatu kesempatan saya mengamati di New York bahwa yang iklan-iklan televisi disana itu banyak diisi oleh perusahaan-perusahaan seperti kita (BMI). Jadi menunjukkan bahwa saat ini komunikasi lewat digital termasuk owned media sudah semakin penting.