Creative Thinking Pekerja Kreatif

0
240


ADVERTISING-INDONESIA.id – Banyak orang yang beranggapan bahwa ide-ide kreatif datangnya tiba-tiba dari langit biru. Pada kenyataannya tidaklah demikian sebab ada proses berpikir kreatif (creative thinking) yang harus dilalui untuk menemukan suatu ide kreatif. Creative thinking adalah suatu cara melihat sebuah masalah atau situasi dari perspektif atau sudut pandang baru serta menawarkan solusi yang tidak konvensional. Creative thinking dapat distimulasi baik oleh proses yang tidak terstruktur seperti brainstorming dan juga oleh proses yang terstruktur seperti lateral thinking. Creative thinking adalah suatu kegiatan berpikir yang melibatkan proses pembentukan kesimpulan, pertimbangan-pertimbangan, serta proses penarikan konsekuensi logis atas sejumlah premis.

Para pekerja kreatif dunia advertising seperti para art director dan copy writer adalah mereka-mereka yang mengembangkan dan mengimplementasikan proses berpikir kreatif dan hasilnya seringkali mengagumkan. Publik seringkali terpana dengan sejumlah hasil karya kreatif dalam bentuk iklan yang dihasilkan oleh para pekerja kreatif. Pertanyaan yang sering mengemuka adalah seperti apakah cara berpikir yang mereka miliki sehingga otak mereka mampu menghasilkan gagasan-gagasan segar atau orisinil?

Pertanyaan yang sering mengemuka adalah seperti apakah cara berpikir yang mereka miliki sehingga otak mereka mampu menghasilkan gagasan-gagasan segar atau orisinil?

Beberapa cara berpikir atau way of thinking yang mampu menjadikan seseorang memiliki kemampuan berpikir kreatif serta menghasilkan gagasan atau ide-ide segar yang baru adalah: Divergent thinking, Associative thinking, Lateral thinking dan Analogical thinking. Kita akan mencoba membahasnya seperti dituturkan oleh Sandra E. Moriarty dari Universitas Colorado dalam bukunya yang berjudul Creativity Advertising, Theory and Practice.

Divergent thinking adalah cara berpikir yang dimulai dari hal-hal yang umum atau general serta kemudian diturunkan atau dikembangkan menjadi beberapa alternatif; atau mengembangkan satu pemikiran yang masih sangat umum yang kemudian diturunkan menjadi beberapa pemikiran alternatif hingga akhirnya tiba pada satu titik yang disebut sebagai alternatif logis. J.P. Guilford, akademisi yang berjasa mengembangkan cara berpikir ini menciptakan sebuah model tiga dimensi cara berpikir intelek yang sangat kompleks dan kemudian mengidentifikasi tiga karakter spesifik yang sangat umum ditemukan pada orang-orang kreatif yaitu: fluency, flexibility dan originality. Fluency berkaitan dengan kepercayan diri atau upaya pencarian gagasan yang tak henti-henti, flexibility berkaitan dengan kelenturan dalam berbagi dan menerima saran, sementara originality berkaitan dengan keaslian gagasan atau keengganan meniru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here