Crowdsourcing – Strategi Menggali Persepsi Publik Terhadap Merek

0
203


ADVERTISING-INDONESIA.id – Kemunculan internet telah merubah strategi pemasar dalam menjalankan aktivitas promosinya. Salah satu sifat internet yang memungkinkan publik untuk aktif berpartisipasi, telah mendorong perusahaan menerapkan sistem komunikasi yang lebih terbuka. Dimana batas antara perusahaan dengan pelanggannya menjadi semakin tipis. Melalui internet, publik bebas mendengar, melihat, memberikan komentar, dan membaca semua informasi dari konsumen atau komunitas lain. Bahkan hal itu menjadi lebih penting dibandingkan apa yang dikatakan oleh pemasar maupun merek. Untuk memenangkan persaingan dan meningkatkan kedekatan dengan pelanggan, para pemasar harus lebih memperhatikan crowdsourcing yang muncul di era digital.

Oleh: Hanny Nurahmawati (Pemerhati Pemasaran Digital dan Pengajar di Salah Satu Perguruan Tinggi)

Apa itu Crowdsourcing?

Istilah crowdsourcing mulai diperkenalkan oleh Jeff Howe (2006) editor majalah Wired dalam tulisannya yang berjudul : The rise of Crowdsourcing. Crowdsourcing dikenal sebagai metode yang dilakukan perusahaan untuk mendapatkan informasi atau hasil karya publiknya menggunakan platform digital. Howe mendifinisikan crowdsourcing sebagai tindakan perusahaan memindahkan pekerjaan dari karyawan (in-house agency) dan outsourcing (agency periklanan), ke sekelompok besar orang awam yang secara umum tidak terkait dalam pengerjaan tersebut, dalam bentuk ‘open call’. Bisa berbentuk peer-production (secara kolaboratif), atau individu tunggal. Crowdsourcing dilakukan secara terbuka kepada seluruh publiknya.

Crowdsourcing merupakan bentuk outsourcing yang tidak ditujukan kepada perusahaan lain, melainkan kepada masyarakat atau publiknya, melalui pengumuman terbuka menggunakan media internet sebagai penyampai pesannya. Sehingga pesertanya terbuka luas, siapa saja boleh ikut berpartisipasi, serta tidak ada pembatasan. Masyarakatpun secara suka rela mulai mengerjakan projek secara serius dan simultan, namun harus tetap diingat bahwa pada akhirnya perusahaan yang akan memilih hasil terbaik sesuai dengan kebutuhannya.

Strategi crowdsourcing telah mengaktifkan kekuatan transformasi teknologi digital, dengan memberikan kebebasan untuk menggali potensi yang dimiliki oleh masyarakat. Tugas yang biasa dikerjakan secara in-house atau outsourcing dialihkan menjadi panggilan terbuka ke publik secara luas. Sebagai imbalannya, perusahaan akan memberikan hadiah tertentu kepada siapa saja yang sanggup dan bersedia menyelesaikan tantangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here