Belanja Iklan di Media TV Hingga Agustus 2017 Mencapai Rp. 76 T

0
2753

ADVERTISING-INDONESIA.id – Jumlah belanja iklan seluruh brand dalam kategori di media televisi di Indonesia periode Januari hingga Agustus 2017 berdasarkan data Nielsen Indonesia mencapai Rp. 76 triliun sementara di media cetak sebesar Rp. 19.3 triliun, keduanya dalam angka gross.

Agensi yang saat ini mempunyai client yang senang berbelanja cukup besar di televisi bisa bernafas lebih lega, sekalipun tetap perlu was-was sebab sangat mungkin dipanggil tiba-tiba oleh client untuk melakukan pitching ulang. Jika hal ini terjadi, maka peluang mendapatkan cash-back reward sebagai hasil kesepakatan atas volume commitment bisa terbang dan pasti menggerogoti pendapatan agensi.

Dalam hal serapan  belanja iklan, media TV di Indonesia masih tetap unggul. Masyarakat Indonesia pada umumnya memang masih sangat gemar menonton TV sehingga tak perlu heran jika dalam konteks media consumption behavior televisi masih unggul. Perilaku menonton merekapun termasuk intens atau dengan keterlibatan tinggi. Menurut data Nielsen lebih dari 90 persen masayarakat Indonesia yang tinggal di 11 kota penelitian Nielsen mengaku menonton TV. Jika berdasarkan rating atau jumlah penonton berbanding populasi, maka program Sinetron, Movie, Reality Show dan Variety Show adalah jenis program yang masih meraih posisi teratas atau jenis program dengan rating tertinggi.

Pengiklan akan selalu mengincar media yang paling banyak dikonsumsi oleh target audiens. Nah, mengingat pengguna media digital termasuk media sosial di Indonesia meningkat secara eksponensial hingga ke pelosok-pelosok, banyak pihak bertanya-tanya:

  • Berapa belanja iklan di media digital saat ini di Indonesia?
  • Apakah belanja iklan di saluran media digital atau online sudah cukup besar dan sudah mengalahkan televisi?

Nielsen Indonesia belum merilis data khusus tentang belanja iklan di media digital. Ada beberapa pihak yang mencoba menghitung-hitung dan mungkin angkanya sekitar 3 triliun gross dengan proporsi terbesar masih tetap dikuasai oleh duopoli google dan facebook. Angkanya, masih cukup jauh dari perolehan televisi.

Media digital memang mulai menggerogoti perolehan belanja iklan media konvensional, terutama media cetak. Namun untuk pasar Indonesia, posisi televisi masih belum akan tergoyahkan. Pengguna media digital atau online memang meningkat, namun berapa sih jumlah pengiklan yang memindahkan budget media mereka dari media konvensional ke media baru digital? beranikah mereka memilih media digital dan menggantikan media televisi sebagai media utama? Sudah mampukah media digital menggantikan efek komunikasi yang tercipta lewat iklan di media televisi?

Advertising Indonesia meyakini betul bahwa perilaku konsumsi audiens yang semakin akrab dengan media digital tidak menjadi jaminan bagi pengiklan untuk mengganti televisi. Penggunaan media adalah soal budaya. Mengubah budaya konsumsi media tidak semudah yang dibayangkan. Eforia terhadap hadirnya teknologi media tidak selalu sejalan dengan perubahan budaya konsumsi media.

 

Berita terkait:
– Belanja Iklan Meikarta Mencengangkan!
– Iklan dan Nasionalisme: Saatnya Bangkit Kembali
– Daya Magis Radio dan Industri Daerah
– Alarm Bahaya Terhadap Media Konvensional Semakin Kuat: Berubah atau Bubar